Piringku, Aturanku: Makan Sehat Tanpa Harus Insecure
- 30 Jul 2026 12:18 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Di era media sosial, pola makan sehat semakin populer. Berbagai konten tentang diet, menu rendah kalori, hingga transformasi berat badan bermunculan setiap hari. Sayangnya, tren tersebut tidak selalu berdampak positif. Tidak sedikit orang yang justru merasa minder, takut makan makanan tertentu, bahkan merasa bersalah setiap kali menikmati makanan favoritnya. Kondisi ini dikenal sebagai food guilt, yaitu perasaan bersalah terhadap pilihan makanan yang sebenarnya tidak selalu diperlukan.
Padahal, konsep makan sehat tidak identik dengan membatasi makanan secara berlebihan. Pola makan sehat adalah tentang memenuhi kebutuhan gizi tubuh sesuai usia, aktivitas, kondisi kesehatan, dan budaya makan masing-masing. Tidak ada satu jenis makanan yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tubuh. Karena itu, keberagaman makanan menjadi kunci utama.
Dilansir dari AyoSehat.com,Bahwa di Indonesia, Kementerian Kesehatan telah memperkenalkan pedoman Isi Piringku sebagai pengganti konsep "4 Sehat 5 Sempurna". Melalui pedoman ini, masyarakat diajak untuk mengisi setengah bagian piring dengan sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya diisi makanan pokok dan lauk berprotein. Selain memperhatikan komposisi makanan, masyarakat juga dianjurkan minum air putih yang cukup, melakukan aktivitas fisik secara rutin, menjaga kebersihan, serta mempertahankan berat badan ideal.
Makan sehat juga tidak harus mahal. Banyak bahan pangan lokal Indonesia yang kaya nutrisi, seperti nasi, jagung, singkong, ubi, ikan, telur, tempe, tahu, bayam, kangkung, pepaya, hingga pisang. Dengan pengolahan yang tepat, bahan-bahan tersebut mampu memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari tanpa harus membeli makanan premium atau produk impor.
Dilansir dari World Health Organisation (WHO) menjelaskan bahwa pola makan sehat berperan penting dalam mencegah berbagai penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, stroke, hingga beberapa jenis kanker. WHO juga menekankan bahwa pola makan sehat harus memenuhi empat prinsip utama, yaitu cukup, seimbang, beragam, dan tidak berlebihan.
Selain memperhatikan jenis makanan, masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap tubuh. Bentuk tubuh seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari genetik, aktivitas fisik, hingga kondisi kesehatan. Oleh karena itu, tujuan utama makan sehat bukan semata-mata mengejar angka timbangan, melainkan menjaga fungsi tubuh agar tetap optimal.
Makan bersama keluarga, menikmati makanan tradisional, hingga sesekali mengonsumsi makanan favorit tetap dapat dilakukan selama porsinya seimbang dan tidak berlebihan. Pendekatan seperti ini jauh lebih mudah dipertahankan dibandingkan diet ekstrem yang sering kali berakhir dengan rasa kecewa dan stres.
Pada akhirnya, makan sehat adalah investasi jangka panjang. Ketika seseorang mampu menikmati makanan dengan bijak tanpa rasa takut maupun rasa bersalah, kesehatan fisik dan mental dapat berjalan beriringan. Karena sejatinya, setiap orang berhak memiliki hubungan yang baik dengan makanan tanpa harus merasa insecure.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....