BPTD NTB Perkuat Budaya Tertib Berlalu Lintas sejak Usia Dini
- 29 Jul 2026 19:46 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini dengan memberikan sosialisasi kepada para guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Lombok pada 27-29 Juli 2026. Program tersebut diharapkan menjadi langkah awal membentuk karakter generasi muda yang lebih sadar keselamatan di jalan.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPTD Kelas II NTB, Boy Nurdin, SE, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan keselamatan berlalu lintas melalui pendidikan sejak dini.
"Program ini adalah sosialisasi sadar lalu lintas usia dini. Kami memberikan pelatihan kepada guru-guru PAUD dan TK mengenai peraturan, etika, serta tata cara berlalu lintas yang benar. Nantinya materi tersebut akan diteruskan kepada anak-anak didik di sekolah," ujarnya di Mataram, Rabu 29 Juli 2026.
Menurut Boy, pembentukan karakter tertib berlalu lintas harus dimulai sejak anak-anak. Selama ini, masih banyak pelanggaran lalu lintas yang dilakukan kalangan remaja karena kebiasaan disiplin belum tertanam sejak dini.
Ia menilai pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk membangun kesadaran tersebut. Karena itu, guru diharapkan dapat mengenalkan berbagai materi dasar, seperti fungsi rambu-rambu lalu lintas, etika berkendara, hingga pentingnya mematuhi aturan di jalan dalam kegiatan belajar mengajar.
"Kami ingin membangun masyarakat yang tertib berlalu lintas mulai dari usia dini. Harapannya, ketika anak-anak tumbuh dewasa, mereka sudah memiliki karakter disiplin dan memahami pentingnya keselamatan di jalan," katanya.
Dalam pelaksanaan program itu, BPTD Kelas II NTB juga menggandeng Dinas Pendidikan. Sinergi tersebut dilakukan agar materi mengenai keselamatan dan kesadaran berlalu lintas dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum maupun program pembelajaran di sekolah.
Boy berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan para guru mampu menciptakan budaya berlalu lintas yang lebih baik di NTB, sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan lalu lintas dapat ditekan melalui pembentukan karakter sejak usia dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....