Bank Dinar dan MIM Foundation Bangun Fasilitas MCK untuk Santriwati Ponpes Al Amin

  • 19 Jul 2026 17:57 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat – PT BPRS Dinar Ashri (Bank Dinar) bersama MIM Foundation membangun enam unit mandi, cuci, kakus (MCK) lengkap dengan fasilitas tempat wudhu di Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Desa Gelogor, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sanitasi sekaligus kenyamanan para santriwati dalam menjalani aktivitas belajar di lingkungan pesantren.

Peresmian fasilitas dilakukan Direktur Utama PT BPRS Dinar Ashri (Bank Dinar), Mustaen, didampingi Ketua MIM Foundation, M. Romi Saefudin. Kegiatan tersebut turut disaksikan Ketua Yayasan Ponpes Al Amin, Ustadz Hadri Ilahiya, jajaran pengurus yayasan, serta para santri dan santriwati, pada Jum'at 17 Juli 2026.

Direktur Utama Bank Dinar, Mustaen, mengatakan pembangunan fasilitas MCK merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperluas manfaat kepada masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Program itu juga menjadi rangkaian peringatan Milad ke-20 Bank Dinar yang mengusung tema "Unlimited Spirit: Dua Dekade Menebar Manfaat dengan Melayani Sepenuh Hati."

Menurut Mustaen, bantuan tersebut diberikan untuk menjawab kebutuhan dasar para santriwati yang selama ini membutuhkan fasilitas sanitasi yang lebih layak, aman, nyaman, serta mampu menjaga privasi.

"Dengan adanya fasilitas ini kami berharap para santriwati dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Kebutuhan dasar mereka terpenuhi sehingga dapat belajar dengan lebih tenang, termasuk saat menggunakan fasilitas pada malam hari," ujarnya.

Ia menambahkan, Bank Dinar membuka peluang untuk melanjutkan dukungan kepada Ponpes Al Amin setelah melihat langsung kondisi sarana dan prasarana di lingkungan pesantren. Sebelum merealisasikan bantuan lanjutan, pihaknya akan melakukan pemetaan terhadap kebutuhan prioritas pesantren.

"Kebutuhan tersebut nantinya akan kami upayakan melalui penggalangan donasi yang melibatkan perusahaan, mitra, hingga para nasabah. Kami percaya kolaborasi berbagai pihak menjadi langkah penting untuk menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih representatif dan bermanfaat dalam jangka panjang," katanya.

Mustaen menegaskan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus perhatian Bank Dinar karena merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pendidikan tidak hanya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga membuka peluang masyarakat memperbaiki taraf hidup sekaligus menjadi penopang pembangunan di sektor ekonomi, kesehatan, dan infrastruktur.

Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Al Amin, Ustadz Hadri Ilahiya, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Bank Dinar dan MIM Foundation yang telah membangun fasilitas sanitasi bagi para santri.

Ia berharap sinergi tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren.

Hadri menjelaskan Ponpes Al Amin telah berdiri sejak 1962, diawali dengan pendirian Madrasah Diniyah. Kini yayasan telah mengembangkan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), Raudhatul Athfal (RA), perguruan tinggi keagamaan Islam, Ma'had Aly, hingga Lembaga Tahfiz Al-Qur'an.

Meski memiliki berbagai unit pendidikan, menurut Hadri, yayasan masih menghadapi keterbatasan anggaran karena sebagian besar santri berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah.

"Kami sengaja menetapkan biaya pendidikan serendah mungkin agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MIM Foundation M. Romi Saefudin juga menyerahkan bantuan telur omega-3 yang berasal dari program wakaf produktif peternakan ayam petelur di Kabupaten Lombok Barat. Bantuan itu diharapkan dapat mendukung pemenuhan gizi para santri sekaligus menjadi bagian dari kontribusi MIM Foundation dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf di Nusa Tenggara Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....