Cara Mencuci Kain Tenun Bima (Tembe Ngoli)

  • 30 Jun 2026 13:29 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Tembe Nggoli merupakan sarung tenun tangan khas Suku Mbojo atau Bima-Dompu yang dibuat dari benang khusus buatan pabrik yang disebut dengan Kafa Nggoli yang memiliki warna-warni yang cerah dan bermotif khas sarung tenun tangan. Penggunaan Tembe Nggoli oleh masyarakat Mbojo (Bima-Dompu). Masyarakat Bima-Dompu sering menggunakan Tenun Tembe Nggoli untuk kegiatan Sehari-hari Seperti untuk beribadah, acara adat, serta digunakan pada saat tidur.

Tips turun temurun dari nenek moyang, pencucian pertama pada sarung ( Tembe Ngoli) hanya mengunakan air biasa dibilas beberapa kali dan di jemur dengan menggunakan pemberat kayu. Setelah pemakaian selanjutnya baru mengunakan sedikit sabun.

Ini cara aman biar awet dan warnanya tetap awet :

1. Aturan Utama Dulu

- Jangan direndam lama>15 menit. Pewarna alami gampang luntur.

- Jangan disikat / diperas kencang. Benangnya bisa molor & rontok.

- Jangan pakai mesin cuci. Gesekannya bikin tenunnya rusak.

- Jangan dijemur langsung kena matahari. Warna cepat pudar jadi kusam.

2. Langkah Cuci Manual

1. Coba tes luntur dulu : Celupin ujung sarung ke air tambah sabun sedikit. Kalau airnya keruh banget, berarti luntur. Solusinya: kasih 1 sdm cuka atau air garam pas bilasan pertama.

2. Pakai sabun cair khusus : Shampo bayi, sabun cair Lerak, atau sabun cuci wol/delicates. Hindari deterjen bubuk & pemutih.

3. Kucek pelan-pelan : Balik sarung, bagian luar di dalam. Kucek pakai tangan aja, bagian yang kotor doang. 5-10 menit cukup.

4. Bilas 2-3x sampai bersih : Bilasan terakhir kasih 1 sdm cuka putih biar warna "ngunci" dan benangnya lembut lagi.

5. Jangan diperas : Gulung sarung di handuk kering, tekan-tekan biar airnya nyerap.

3. Jemur & Setrika

1. Jemur di tempat teduh & berangin aja

2. Setrika selagi agak lembab dengan suhu rendah/sedang. Alasin kain tipis di atasnya. Setrika bagian baliknya dulu.

3. Simpan digulung, jangan dilipat terus di titik yang sama biar gak ada bekas patah.

Catatan khusus Bima: Tembe Ngoli lama yang pakai pewarna tarum/nila emang awalnya masih luntur sedikit. Itu normal. 2-3x cuci pertama emang paling rawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....