PDAM Loteng Pastikan Pemulihan Santri Korban Kebakaran Ponpes Berlanjut
- 29 Jun 2026 11:02 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Perumdam Air Minum Tirta Ardhia Rinjani Kabupaten Lombok Tengah terus menunjukkan kepeduliannya terhadap proses pemulihan santri Sahid Al Hudri. Setelah menjalani perawatan intensif dan operasi bedah plastik selama sembilan hari di RSUD Provinsi NTB, kondisi Sahid kini berangsur pulih dan telah diperbolehkan kembali ke rumah pada.
Kepala Sekretariat Perusahaan (Sekper) Perumdam Tirta Ardhia Rinjani, Lalu Khaerul Huda, mengatakan pendampingan terhadap Sahid dilakukan secara berkelanjutan atas arahan Direktur Utama. Selama proses pengobatan, pihaknya aktif berkoordinasi dengan keluarga korban, mulai dari pemeriksaan rutin hingga masa perawatan di rumah sakit.
"Atas arahan pimpinan, kami terus mendampingi dan berkoordinasi dengan keluarga korban. Alhamdulillah, setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih sembilan hari, kondisi adik Sahid membaik dan kini sudah diperbolehkan pulang," ujarnya Senin 29 Juni 2026.
Menurut Huda, operasi bedah plastik yang dijalani Sahid memberikan hasil yang cukup signifikan. Jika sebelumnya kaki korban sulit diluruskan, kini kondisinya semakin membaik sehingga sudah dapat ditekuk dan mulai digunakan untuk berjalan.
Ia juga menjelaskan, selama menjalani pengobatan terdapat sejumlah tindakan medis yang tidak lagi ditanggung BPJS Kesehatan. Untuk memastikan proses penyembuhan tetap berjalan, Perumdam Tirta Ardhia Rinjani mengambil langkah membantu seluruh kebutuhan biaya pengobatan lanjutan.
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari pihak keluarga. Nurul Hidayah, bibi Sahid, mengaku dukungan yang diberikan sangat berarti mengingat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
"Alhamdulillah, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Direktur Utama dan seluruh keluarga besar Perumdam yang telah memberikan perhatian kepada kami. Bantuan ini sangat membantu. Jika tidak ada bantuan dari Perumdam, kami tidak akan mampu melanjutkan pengobatan Sahid. Semoga Perumdam semakin maju dan terus manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumdam Tirta Ardhia Rinjani, Bambang Supratomo, S.IP., M.M., menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait dugaan adanya perlakuan berbeda terhadap para korban.
Menurut Bambang, seluruh korban memperoleh perhatian dan pendampingan yang sama. Perbedaan penanganan hanya didasarkan pada kebutuhan medis masing-masing korban.
"Tidak ada diskriminasi. Kedua korban sama-sama kami dampingi selama proses pengobatan. Yang membedakan hanya jenis penanganan atau treatment yang disesuaikan dengan kondisi medis masing-masing," tegasnya.
Selain memberikan pendampingan pengobatan, Perumdam bersama Wakil Bupati Lombok Tengah juga menyerahkan bantuan ekonomi produktif kepada keluarga Sahid dan keluarga Devin berupa kandang ayam petelur beserta pakan.
Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan selama masa pemulihan para korban. Ayam petelur yang diberikan telah siap berproduksi sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun dijual sebagai tambahan pendapatan.
"Jika dipelihara dengan baik, ayam-ayam tersebut diperkirakan mampu berproduksi hingga sekitar dua tahun sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga korban," ujar Bambang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....