Tumbler Arab Saudi Geser Popularitas Oleh-Oleh Tradisional

  • 17 Jun 2026 08:37 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram – Tren oleh-oleh haji dan umrah terus mengalami perubahan seiring perkembangan gaya hidup masyarakat. Jika sebelumnya kurma, kacang Arab, sajadah, dan parfum menjadi buah tangan yang paling banyak dibawa pulang jamaah, kini tumbler atau botol minum khas Arab Saudi mulai menjadi oleh-oleh yang banyak diburu.

Dalam beberapa tahun terakhir, tumbler dengan desain eksklusif bertema Makkah dan Madinah menjadi salah satu suvenir favorit jamaah. Selain mengikuti tren gaya hidup sehat dan kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai, tumbler juga dinilai lebih fungsional karena dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Salah satu yang paling diminati adalah tumbler dari gerai kopi populer Half Million (1/2 M) yang berasal dari Arab Saudi. Produk ini bahkan menjadi barang buruan jamaah haji dan umrah karena desainnya yang modern, pilihan warna yang menarik, serta identik dengan pengalaman beribadah di Tanah Suci.

"Sebetulnya mau dibeliin tumbler Half Million, tapi stoknya habis. Sudah bolak-balik toko dan ikut antrean panjang, tetap tidak kebagian," ujar Rani, Senin 15 Juni 2026, seorang karyawati Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lombok Timur yang baru menerima oleh-oleh dari rekannya yang pulang berhaji.

Menurutnya, tumbler kini menjadi simbol oleh-oleh kekinian yang memiliki nilai lebih dibandingkan suvenir konvensional. Selain dapat digunakan setiap hari, tumbler juga menjadi pengingat perjalanan spiritual ke Tanah Suci.

Fenomena "war tumbler" di kalangan jamaah pun semakin marak. Tidak sedikit jamaah yang sengaja meluangkan waktu khusus untuk berburu tumbler favorit di sekitar Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi. Bahkan, mereka rela mengantre panjang demi mendapatkan produk yang diincar.

Selain tampil menarik, tumbler juga memiliki fungsi yang mendukung aktivitas sehari-hari. Kemampuannya menjaga suhu minuman panas maupun dingin selama berjam-jam membuat produk ini semakin diminati sebagai suvenir yang tidak hanya cantik dipandang, tetapi juga bermanfaat.

"Karena oleh-oleh seperti kurma, kacang, atau parfum sudah biasa. Banyak jamaah sekarang ingin membawa sesuatu yang berbeda dan lebih berkesan," tambah Rani.

Pengamat tren konsumen menilai popularitas tumbler sebagai oleh-oleh haji menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat terhadap barang yang lebih fungsional dan memiliki nilai gaya hidup. Jika dulu oleh-oleh identik dengan makanan atau wewangian khas Timur Tengah, kini masyarakat lebih tertarik pada barang yang dapat digunakan dalam jangka panjang.

Tak hanya menjadi wadah minum, tumbler khas Makkah dan Madinah kini juga menjadi simbol kenangan perjalanan ibadah sekaligus bagian dari tren gaya hidup modern. Dengan desain eksklusif dan fungsi yang praktis, tumbler diprediksi masih akan menjadi salah satu oleh-oleh favorit jamaah haji dan umrah dalam beberapa tahun ke depan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....