Pemda Lombok Timur Dorong Sterilisasi Anjing Liar Demi Keamanan Warga
- 30 Apr 2026 13:59 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Timur - Maraknya kejadian yang melibatkan anjing liar dalam beberapa waktu terakhir menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat Kabupaten Lombok Timur. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lombok Timur menggelar workshop terkait kegiatan sterilisasi dan vaksinasi anjing liar sebagai upaya pengendalian populasi, Kamis, 20 April 2026.
Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, dalam arahannya menegaskan bahwa isu kesejahteraan hewan kini menjadi perhatian luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga global. Oleh karena itu, langkah eliminasi terhadap anjing liar dinilai bukan solusi yang tepat, apalagi Lombok dikenal sebagai destinasi wisata yang dapat menjadi sorotan internasional.
“Untuk mengatasi itu eliminasi bukan jalan yang recommended. Paling efektif adalah sterilisasi. Tapi sterilisasi ini tidak bisa sporadis dan harus berkelanjutan,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui bahwa program sterilisasi membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, baik dari sisi tenaga maupun anggaran. Terlebih, hingga saat ini belum terdapat data pasti terkait jumlah populasi anjing liar di Lombok Timur. Ia berharap workshop yang turut melibatkan organisasi non-pemerintah (NGO) asal Jerman dapat memberikan alternatif solusi yang realistis untuk diterapkan.
“Sehingga kita nanti diskusi itu punya opsi-opsi mana yang riil bisa kita laksanakan; mana yang bisa dibantu oleh NGO, mana yang bisa kita kerjakan sendiri,” ujarnya.
Selain itu, Wakil Bupati juga menyoroti persoalan sampah yang menjadi salah satu faktor meningkatnya populasi anjing liar. Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah sebagai langkah sederhana yang dapat berdampak besar, baik dalam mengurangi volume sampah maupun membatasi sumber makanan bagi anjing liar.
Data menunjukkan bahwa pada tahun 2025 tercatat lebih dari 170 kasus gigitan anjing liar di wilayah Lombok Timur. Sementara pada tahun 2026, jumlah kasus telah mencapai sekitar 70 kejadian meskipun belum memasuki pertengahan tahun.
" Lombok Timur masih berstatus bebas rabies, yang diharapkan dapat terus dipertahankan, " katanya
Workshop ini diikuti oleh para dokter hewan dari lingkup dinas terkait, perwakilan Dinas Kesehatan Lombok Timur, serta NGO dan pemerhati hewan. Hal ini sebagai langkah kolaboratif dalam mencari solusi berkelanjutan terhadap permasalahan anjing liar di daerah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....