Hari Tari Sedunia Rayakan Gerak Seni Mendunia
- 28 Apr 2026 21:19 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Hari Tari Sedunia (29 April) merayakan tari sebagai bahasa universal. Dari tradisi hingga digital, tari terus berkembang sebagai identitas budaya dan ruang ekspresi lintas generasi yang perlu dijaga bersama.
RRI.CO.ID, Mataram - Hari Tari Sedunia yang diperingati setiap 29 April menjadi momen penting untuk mengingat kembali peran seni tari dalam kehidupan manusia. Tari tidak hanya hadir sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana menyampaikan pesan, emosi, dan identitas budaya yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Mengutip laman International Dance Day, peringatan ini berawal dari gagasan International Theatre Institute pada tahun 1982 yang didukung oleh UNESCO. Tanggal 29 April dipilih untuk menghormati Jean-Georges Noverre, tokoh yang dikenal berperan besar dalam perkembangan tari modern. Sejak saat itu, Hari Tari Sedunia dirayakan di berbagai negara sebagai bentuk apresiasi terhadap seni gerak ini.
Di Indonesia, nilai penting seni tari juga ditegaskan oleh Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia melalui berbagai program pendidikan dan pelestarian budaya. Tari dipandang sebagai bagian dari pembelajaran yang tidak hanya melatih keterampilan, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kreativitas, dan pemahaman budaya.
Secara makna, tari memiliki kedudukan yang unik. Ia mampu menjadi bahasa universal yang tidak memerlukan kata-kata, namun tetap dapat dipahami oleh siapa saja. Dalam banyak tradisi, tari digunakan dalam upacara adat, ritual keagamaan, hingga perayaan sosial. Setiap gerakan yang ditampilkan menyimpan makna, cerita, bahkan filosofi kehidupan masyarakatnya.
Seiring perkembangan zaman, eksistensi tari tidak luntur. Justru, seni ini terus beradaptasi dengan perubahan. Jika dahulu tari hanya bisa dinikmati melalui panggung pertunjukan, kini ia hadir di ruang digital. Media sosial, video kreatif, hingga pertunjukan virtual menjadi wadah baru bagi para penari untuk mengekspresikan diri sekaligus memperkenalkan budaya mereka ke dunia.
Di sisi lain, tari tradisional tetap memiliki tempat yang kuat. Berbagai festival budaya, kegiatan sekolah, hingga event pariwisata menjadikan tari sebagai daya tarik utama. Kolaborasi antara unsur tradisional dan modern juga semakin banyak dilakukan, menghasilkan karya yang segar tanpa meninggalkan akar budaya.
Namun, tantangan tetap ada. Perubahan gaya hidup dan minimnya minat generasi muda terhadap seni tradisional menjadi perhatian tersendiri. Karena itu, peran semua pihak—baik pemerintah, komunitas seni, maupun masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan seni tari.
Hari Tari Sedunia akhirnya bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan pengingat bahwa tari adalah warisan hidup. Selama manusia masih memiliki rasa dan keinginan untuk bercerita, tari akan terus hadir, berkembang, dan menjadi jembatan yang menghubungkan budaya di seluruh dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....