Bupati Tekankan Peran Pers Sajikan Informasi Utuh dan Berkualitas

  • 25 Apr 2026 11:43 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Bupati Lombok Tengah, H. L. Pathul Bahri, menekankan pentingnya peran pers dalam menyampaikan informasi yang utuh dan berimbang kepada publik. Penegasan itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lombok Tengah, Jumat 24 April 2026, di Raja Hotel Kuta Mandalika.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa penyampaian informasi yang tidak lengkap berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat. Karena itu, ia meminta insan pers menyajikan berita secara komprehensif agar tidak memunculkan tafsir yang menyimpang dari substansi persoalan.

“Informasi itu harus utuh. Kalau disampaikan setengah-setengah, bisa menimbulkan persepsi yang berbeda dan tidak sesuai dengan pokok persoalan,” ujarnya Jumat 24 April 2026.

Selain itu, Bupati juga mendorong wartawan untuk memiliki kepekaan emosional dalam melihat suatu peristiwa. Menurutnya, ada sejumlah kejadian yang luput dari perhatian publik, namun justru berdampak terhadap citra pemerintah daerah sehingga perlu diangkat secara proporsional.

Ia mencontohkan berbagai dinamika yang kerap muncul di Lombok Tengah, termasuk aksi demonstrasi tenaga kesehatan beberapa waktu lalu. Bupati menilai, fenomena tersebut perlu dilihat secara jernih, termasuk fakta keterlibatan pihak dari luar daerah.

“Kadang ada hal-hal yang perlu dilihat lebih dalam. Di situ peran wartawan penting untuk meluruskan informasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas wartawan, agar setiap pemberitaan memiliki korelasi yang kuat dengan pernyataan narasumber. Ia mengaku pernah mengalami pernyataannya tidak tersampaikan secara tepat dalam pemberitaan.

“Wartawan harus memahami konstruksi persoalan dengan baik, sehingga apa yang ditulis benar-benar sesuai dan tidak menimbulkan bias,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah, Eko Yusmiarto, turut menyoroti maraknya praktik pemberitaan tidak terverifikasi oleh oknum yang disebutnya sebagai “wartawan bodrex”. Ia menilai, pemberitaan semacam itu kerap menimbulkan keresahan di masyarakat dan tidak mendukung pembangunan daerah.

Kapolres mencontohkan dampak negatif pemberitaan yang tidak akurat menjelang ajang MotoGP di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit, seperti isu keterbatasan hotel, transportasi, hingga mahalnya harga makanan yang justru membuat calon wisatawan ragu datang.

“Pemberitaan yang tidak tepat bisa memengaruhi minat orang untuk berkunjung. Ini tentu merugikan daerah,” ujarnya.

Ia berharap ke depan, insan pers dapat berperan aktif dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan membangun, sehingga mampu mendukung pengembangan pariwisata yang berdaya saing di Lombok Tengah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....