Fenomena Langit Cerah di Musim Kemarau

  • 14 Apr 2026 09:05 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Belakangan ini, masyarakat di Nusa Tenggara Barat merasakan kondisi langit yang tampak lebih cerah dari biasanya, baik pada siang maupun malam hari. Langit biru tanpa awan di siang hari serta banyaknya bintang yang terlihat jelas pada malam hari menjadi pemandangan yang cukup mencolok.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kondisi ini merupakan karakteristik umum saat memasuki musim kemarau. Pada periode ini, wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk NTB, dipengaruhi oleh angin timuran yang berasal dari Australia. Angin tersebut bersifat kering dan minim kandungan uap air, sehingga pembentukan awan menjadi sangat terbatas.

Minimnya awan inilah yang membuat langit terlihat cerah pada siang hari. Selain itu, kurangnya partikel air di atmosfer juga mengurangi hamburan cahaya, sehingga warna langit tampak lebih biru dan bersih. Kondisi ini juga berlanjut pada malam hari, di mana langit tanpa awan memungkinkan cahaya bintang terlihat lebih jelas dan terang.

Lebih lanjut, BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini juga dapat diperkuat oleh kejadian El Nino. El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur yang berdampak pada penurunan curah hujan di Indonesia. Dalam rilis resmi BMKG, disebutkan bahwa El Nino cenderung menyebabkan musim kemarau menjadi lebih kering dan berlangsung lebih lama dari kondisi normal.

Dengan demikian, langit cerah yang terjadi secara terus-menerus bukan sekadar fenomena visual, melainkan bagian dari dinamika iklim yang sedang berlangsung. Meskipun memberikan pemandangan langit yang indah, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi kekeringan dan dampaknya terhadap ketersediaan air serta aktivitas sehari-hari. (RRI/Irene Dyah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....