Gas Melon Langka di Loteng, Pemda Akan Turun Tangan Perketat Distribusi
- 31 Mar 2026 20:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Ketersediaan gas LPG subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai “gas melon” di Kabupaten Lombok Tengah hingga kini masih mengalami kelangkaan di sejumlah wilayah. Kondisi ini juga diikuti dengan lonjakan harga di tingkat pengecer yang dikeluhkan masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Daerah Lombok Tengah, Lalu Firman Wijaya, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengetahui penyebab utama kelangkaan tersebut.
“Kami akan turun untuk memastikan apa penyebabnya, apakah karena dampak meningkatnya kebutuhan saat Lebaran kemarin atau ada faktor lain dalam distribusi,” ujarnya belum lama ini.
Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi apakah penyaluran LPG subsidi tersebut sudah tepat sasaran. Ia tidak menutup kemungkinan adanya penggunaan gas subsidi oleh kalangan yang seharusnya tidak berhak, termasuk aparatur sipil negara (ASN).
“Kami akan cek di lapangan, apakah benar distribusinya sudah tepat. Kalau ditemukan ada ASN atau masyarakat mampu yang menggunakan gas subsidi, tentu ini akan menjadi perhatian serius,” tegasnya.
Sebagai langkah pengendalian, Pemda Lombok Tengah berencana memperketat mekanisme pembelian LPG 3 kg dengan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Kebijakan ini diharapkan mampu memastikan bahwa gas subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah mendapatkan tambahan pasokan (extra dropping) sebanyak 28 ribu tabung LPG 3 kg. Dengan tambahan tersebut, total ketersediaan gas di daerah ini meningkat menjadi lebih dari 60 ribu tabung.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk membeli LPG di pangkalan resmi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah. Warga juga diminta tidak melakukan panic buying yang justru dapat memperparah kelangkaan di lapangan.
"Tentu kami berharap dengan langkah pengawasan dan pengetatan distribusi tersebut, ketersediaan LPG subsidi dapat kembali stabil dan tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....