Momentum Idul Fitri dan Nyepi, FKUB NTB Ajak Masyarakat Perkuat Toleransi

  • 17 Mar 2026 07:13 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat koordinasi lintas sektor menjelang momentum hari besar keagamaan yang diperkirakan berlangsung berdekatan, yakni Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi tahun ini. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kondusivitas dan memperkuat toleransi antarumat beragama di daerah yang dikenal sebagai miniatur kerukunan di Indonesia.

Ketua TGH H Subki Sasaki mengatakan FKUB telah menggelar sejumlah rapat koordinasi guna mengantisipasi potensi gesekan yang mungkin muncul dari rangkaian kegiatan keagamaan yang waktunya beririsan.

“FKUB Provinsi sudah melakukan beberapa kali rapat. Pertama rapat teknis di Kota Mataram terkait kegiatan ogoh-ogoh dan takbiran. Kemudian rapat lintas sektoral di kantor Kemenag, serta rapat bersama gubernur di kantor gubernur,” ujarnya, Selasa 17 Maret 2026.

Ia menjelaskan, yang berpotensi beririsan bukan pelaksanaan hari raya utamanya, melainkan rangkaian kegiatan pendukung seperti pawai ogoh-ogoh, takbiran, maupun tradisi lainnya yang biasanya dilaksanakan menjelang hari besar keagamaan.

Menurutnya, NTB memiliki keunikan karena masyarakat dapat menyaksikan kehidupan beragama yang beragam dalam satu wilayah. Hal itu berbeda dengan daerah yang didominasi satu agama tertentu.

“NTB sering disebut miniatur Indonesia dalam hal toleransi. Di Lombok misalnya, masyarakat bisa melihat kehidupan umat Islam sekaligus umat Hindu berdampingan,” katanya.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, FKUB telah mengusulkan sejumlah langkah mitigasi kepada pemerintah daerah. Salah satunya dengan meminta gubernur mengeluarkan surat edaran yang nantinya dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten/kota.

Selain itu, FKUB juga meminta jaminan pengamanan dari aparat TNI dan Polri, termasuk kesiapan personel di titik-titik yang dianggap rawan.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Bahkan akan disiapkan personel tambahan dari Brimob untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Subksi Sasaki.

Di sisi lain, FKUB akan memperkuat narasi positif di ruang publik, khususnya media sosial, untuk menangkal potensi provokasi yang dapat memicu konflik.

“Kami akan mengimbangi narasi negatif dengan narasi positif. Tokoh-tokoh agama Islam, Hindu, dan lintas agama akan menyampaikan pernyataan bersama untuk menjaga NTB tetap kondusif,” katanya.

Subki menambahkan, tingkat toleransi di NTB saat ini tergolong tinggi. Berdasarkan indikator yang dimiliki FKUB, tingkat toleransi masyarakat berada di angka 82, sementara Indeks Kerukunan Umat Beragama juga terus meningkat.

“Dulu indeks kerukunan sekitar 68, sekarang sudah mencapai 73. Artinya tingkat kerukunan kita tinggi dan ini harus kita jaga bersama,” ujarnya.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Ia pun mengajak seluruh masyarakat NTB untuk terus menjaga tradisi toleransi dan saling menghormati agar pelaksanaan hari besar keagamaan dapat berjalan aman dan damai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....