Hujan, Jadi Tantangan Penjual Takjil di Bima

  • 01 Mar 2026 07:09 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Bima - Dalam sepakan ini, intensitas hujan di Bima, Nua Tenggara Barat, cukup tinggi. Bahkan disertai dengan angin kencang, menyebabkan banjir dan pohon tumbang di sejumlah tempat.

Kondisi tersebut rupanya berdampak pada aktivitas penjual takjil, salah satunya Tary, warga Desa Rasabou, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima. Tary berjualan di depan rumah dengan membangun tenda sederhana.

Tary mengaku senang bisa berjualan menu takjil, seperti es pisang ijo, kepala muda, es kepala dan lainnya. Baginya ini kesempatan untuk mendapatkan rezeki di bulan ramadan penuh berkah.

Sebelum ramadan, Tary kerap berjualan di hari minggu saat Car Free Day. Maka, di bulan ramadan beralih jualan tekjil atau menu berbuka puasa. Kebahagiaan sangat terasa ketika menu takjilnya laris.

Namun, kadang situasi cuaca saat ini tidak bersahabat bagi penjual takjil di pinggir jalan. Kerap kali hujan saat sore hari, bahkan hingga magrib. Sementara belum banyak yang terjual.

Baginya hanya bisa bersabar, karena ini menjadi salah satu resiko berjualan. Kadang ramai dan sepi. Saat hujan deras, tentu orang malas keluar untuk membeli takjil. Baginya hanya bisa pasrah.

Dari pada dagangan rusak, kadang dibagikannya ke masjid-masjid untuk para jamaah. Kadang warga yang melintas juga diberikannya gratis. Begitu juga anak-anak yang sedang mandi hujan. Lebih baik disedekahkannya, ketimbang mubazir.

“Karena tidak bisa dijual lagi di esok harinya, saya bagikan ke masjid, warga yang melintas atau anak-anak yang sedang main hujan,” ujarnya, Minggu 1 Maret 2026.

Kadang kata Tary, Tuhan punya cara sendiri untuk memberikan rezeki. Saat sepi pembeli karena hujan, ada saja yang menghubungi lewat chat, memesan beberapa porsi untuk dibagikan ke masjid-masjid.

“Kadang diakhir-akhir jelang mau buka, ada saja dermawan yang menghubungi, memesan untuk dibawa ke masjid, pembayarannya di transfer,” ungkapnya.

Kata Tary, hujan tidak menjadi satu-satunya tantangan saat berjualan di musim hujan seperti ini. Kadang anaknya sakit panas dan harus dibawa berobat ke rumah sakit. Saat dokter menyarankan untuk rawat inap, dimintanya untuk rawat jalan. Karena jika harus rawat inap, berarti tidak bisa berjualan.

Bersykur dokter mengamininya dan memberikan obat dan disarankan jika kondisinya belum membaik, agar dibawa ke rumah sakit untuk rawat inap. Bersyukur Allah menguatkannya dan anaknya pun sembuh. Ia merasa bahwa Allah selalu membersamainya, memberikan kesenangan, kemudahan, menguji dengan kesabaran, namun semuanya bagian dari nikmat hidup.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....