1.507 KK Terdampak, Lombok Tengah Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana

  • 25 Feb 2026 13:10 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah resmi menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul banjir akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Status tanggap darurat tersebut mulai berlaku sejak 25 Februari 2026 dan ditetapkan untuk dua pekan ke depan.

Penetapan status ini dilakukan setelah banjir merendam tiga kecamatan, yakni Kecamatan Pujut, Kecamatan Praya Timur, dan Kecamatan Praya Barat. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat sebanyak 1.507 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.

Wilayah dengan dampak paling luas berada di Kecamatan Praya Timur dengan total sembilan desa terdampak. Tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak 23 hingga 25 Februari 2026 menyebabkan sejumlah sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah, Ridwan Makruf, menjelaskan bahwa keputusan penetapan tanggap darurat diambil karena luasnya wilayah terdampak serta meningkatnya jumlah warga yang terkena dampak banjir.

“Status tanggap darurat ini ditetapkan karena adanya kejadian nyata di lapangan yang harus segera ditangani. Dampak kali ini juga lebih luas dibandingkan periode sebelumnya,” ujarnya Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menyebutkan, dampak cuaca ekstrem pada periode 23–25 Februari 2026 dinilai lebih parah dibandingkan bencana yang terjadi pada 14 Desember 2025 hingga 14 Januari 2026.

Menurutnya, penetapan status tanggap darurat juga menjadi salah satu syarat administratif agar daerah dapat mengakses tambahan bantuan logistik dari pemerintah pusat. Meski demikian, status siaga darurat sebelumnya tetap dipertahankan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem lanjutan.

Saat ini, kondisi di lapangan mulai berangsur membaik. Sebagian besar genangan air telah surut, meskipun masih terdapat beberapa titik yang tergenang. BPBD juga sempat melakukan evakuasi terhadap sejumlah warga yang terjebak banjir dan seluruhnya telah dinyatakan dalam kondisi aman.

Selain banjir, cuaca ekstrem juga memicu pohon tumbang di Kecamatan Batukliang Utara akibat angin kencang yang menyertai hujan deras.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....