Sejumlah Desa di Lombok Tengah Terendam Banjir akibat Cuaca Ekstream, BPBD Siaga

  • 24 Feb 2026 13:59 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Lombok Tengah selama dua hari terakhir mengakibatkan sejumlah desa terendam banjir. Pantauan RRI Mataram, beberapa desa terdampak yakni Desa Kuta di Kecamatan Pujut, serta Desa Setanggor dan Desa Tanak Rarang di Kecamatan Praya Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Lombok Tengah, Ridwan Mak'ruf, menjelaskan bahwa Desa Setanggor dan Desa Tanak Rarang memang termasuk wilayah rawan dan kerap menjadi langganan banjir saat cuaca ekstrem melanda. Genangan air terjadi setelah hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama, sehingga sejumlah saluran drainase tidak mampu menampung debit air.

“Selain curah hujan yang cukup lama, persoalan sampah juga menjadi pemicu utama. Saluran air tersumbat sehingga air meluap dan menggenangi permukiman warga,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.

Ia menambahkan, genangan umumnya terjadi saat hujan turun terus-menerus dalam durasi panjang. Namun setelah intensitas hujan menurun atau reda, air berangsur-angsur surut dan kondisi kembali normal. Hingga saat ini, dampak banjir dinilai masih dapat dikendalikan.

Pihaknya masih menetapkan status siaga bencana dan terus melakukan pemantauan di lapangan. Sejumlah personel disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, terutama jika curah hujan kembali meningkat dalam beberapa hari ke depan. Koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk memastikan respons cepat apabila terjadi peningkatan debit air.

Ridwan turut menyoroti pentingnya peran masyarakat dalam upaya mitigasi bencana. Menurutnya, rendahnya kesadaran menjaga kebersihan lingkungan masih menjadi kendala dalam penanganan banjir di sejumlah titik.

“Desa-desa seperti Tanak Rarang dan Setanggor ini memang sering terdampak, bahkan kita bisa lihat dari laporan warga di media sosial. Karena itu, upaya pencegahan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu peran aktif masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan rutin membersihkan saluran air,” katanya.

Ia berharap pemerintah desa dapat kembali menggalakkan budaya gotong royong bersama warga untuk membersihkan drainase, sungai kecil, dan lingkungan sekitar. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

Pihaknya mengimbau masyarakat Lombok Tengah agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi.

"Kesiapsiagaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta koordinasi cepat dengan aparat setempat menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi karena diprediksi akan terjadi sampai Maret," ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....