Panen Eco Enzym, Ketua Bhayangkari: Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk Alami

  • 23 Feb 2026 09:44 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Utara – Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, menegaskan komitmennya untuk menjadikan pengolahan limbah organik sebagai gerakan berkelanjutan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani. Hal itu disampaikannya saat panen 750 liter eco enzym konsentrat di Gedung Aula Sarja Arya Racana Polres Lombok Utara, Sabtu 21 Februari 2026.

Menurut Ny. Heny, produksi eco enzym bukan sekadar kegiatan organisasi, melainkan bentuk kepedulian Bhayangkari terhadap persoalan lingkungan dan ketahanan pangan.

“Kami ingin Bhayangkari hadir bukan hanya sebagai pendamping tugas suami, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat. Pengolahan limbah organik ini adalah langkah nyata yang bisa dimulai dari rumah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sebanyak 150 anggota Bhayangkari di Lombok Utara terlibat aktif memproduksi 750 biang eco enzym yang difermentasi selama tiga bulan hingga menghasilkan 750 liter konsentrat. Jika diencerkan, jumlah tersebut setara dengan 750 ribu liter pupuk organik cair.

“Eco enzym ini sangat bermanfaat. Selain sebagai pupuk organik cair, juga bisa digunakan sebagai pestisida alami dan pengurai limbah. Kami berharap petani dapat merasakan langsung dampaknya,” katanya.

Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari program nasional yang diinisiasi Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Julianti Sigit Prabowo, yang sebelumnya mencatatkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dalam pembuatan eco enzym terbanyak dengan melibatkan puluhan ribu anggota di seluruh Indonesia.

Ny. Heny menegaskan, di Lombok Utara program ini akan terus diperluas dan diperkuat. Sebagian hasil eco enzym akan didistribusikan kepada kelompok tani di setiap desa melalui program Gowes Kamtibmas yang diinisiasi Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, S.I.K.

“Kami ingin membantu petani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya semakin tinggi. Dengan eco enzym, biaya produksi bisa ditekan dan tanah tetap terjaga kesuburannya,” jelasnya.

Ia juga menyebut, gerakan ini sejalan dengan program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya kemandirian dan pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, Bhayangkari Lombok Utara berkomitmen menjadikan eco enzym sebagai gerakan berbasis keluarga dan komunitas. Edukasi pengolahan limbah organik akan terus dilakukan agar semakin banyak rumah tangga yang terlibat.

“Jika setiap keluarga mampu mengolah limbahnya sendiri dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, maka dampaknya akan sangat besar, baik bagi lingkungan maupun ketahanan pangan daerah,” kata Ny. Heny.

Rekomendasi Berita