Toleransi pada Imlek, Rabu Abu dan Puasa, Sangat Terasa

  • 18 Feb 2026 14:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Ummat Islam sesuai pengumuman Pemerintah melaksanakan ibadah puasa, hari pertama adalah hari Kamis, 19 Februari 2026, sehari setelah Ummat Kristen melaksanakan ritual Rabu Abu, dan sehari sebelumnya Warga Tionghoa, melaksanakan Peringatan Tahun Baru Imlek.

Tiga peringatan Besar Keagamaan ini dilaksanakan dalam Minggu ketiga Februari 2026, berlangsung dalam suasana penuh kedamaian, kegembiraan dan yang utama, adalah nyaman, aman dan tentram, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan. Fakta ini menunjukkan bahwa tingkat toleransi antar umat beragama, sangat baik dan diharapkan terus berlanjut hingga generasi selanjutnya.

Pernyataan tentang toleransi membanggakan ini, secara eksplisit disampaikan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, ketika menghadiri acara ritual perayaan keagamaan di Mataram. Sejak lama Masyarakat NTB saling menghormati dan menghargai antar sesama umat beragama, modal utama untuk membangun NTB, kata Iqbal.

Semalam misalnya, Warga Tionghoa Kota Mataram, menggelar hiburan berupa penampilan Barongsae, menjadi tradisi turun temurun sekaligus tontonan menarik umat Islam yang berkunjung di Pusat Perbelanjaan Kota Mataram.

Perayaan Imlek adalah momentum sangat Istimewa warga Tionghoa berkumpul sama keluarga, menghormati leluhur dan memulai awal tahun dengan harapan dan keberuntungan,diisi dengan pembersihan rumah, bersilaturrahim, memberikan angpao uang keberuntungan serta pertunjukan barongsai dan lampion. Mereka juga berbagi dengan lainnya. Sebab Warga Tionghoa sangat yakin, Dewi Kemakmuran selalu membawa keberuntungan dan kemakmuran, dengan memperhatikan konsep Yin -Yang kesimbangan Kecerahan,KeBehagiaan dan kegelapan.

Sama halnya dengan umat Islam sangat yakin dosa-dosa terhapus ketika bertemu dengan Idul Fitri, setelah tertempa dengan berbagai tantangan dan godaan selama menjalankan ibadah puasa. Setelah akhirnya penempaan selama Ramadan, diharapkan jiwa solidaritas dan jiwa soliditas sosial menjadi semakin baik dan menjadi kebutuhan.

Sedangkan umat Katolik melaksanakan Ritual Rabu Abu. Rabu Abu adalah hari pertama masa pra paskah dalam kalender Liturgi Kristen, khususnya dalam tradisi Katolik Roma. Pada Hari Rabu umat Katolik melakukan ritual pengimaman abu di Dahi, sebagai simbol pertobatan, dengan dilatar belakangi kesederhanaan dan kesadaran tentang kematian.

Abu yang digunakan biasanya dari daun palem yang telah dibakar tahun sebelumnya. Semuanya berjalan lancar dengan suasana penuh kedamaian, tanpa ada saling mengganggu. Kita semua tentu sangat bergembira dan bahagia, karena seluruh rangkaian kegiatan menyambut Imlek warga Tionghoa, Perayaan Rabu Abu Katolik dan pelaksanaan Ibadah Puasa ummat Islam, Alhamdulillah berlangsung sukses.

Harapan kita, marilah kita menjaga kebersihan dan kesucian umat yang menjalankan ritual keagamaan masing masing , sebagai wujud penghormatan dan penghargaan kita kepada sesama dari perspektif kemanusiaan dan disatukan sebagai Warga Negara Republik Indonesia. Selamat menjalankan Ibadah Puasa, semoga senantiasa diberkahi Allah SWT. Amin

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....