Dua Guru Besar Luncurkan Alamtara Islamic School di Bima

  • 14 Feb 2026 19:51 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Kota Bima - Dua Guru Besar Universitas Islam Negeri Mataram meluncurkan Alamtara Islamic School (AIS), Sabtu 14 Februari 2026. Sekolah yang berlokasi di Kalikuma Library, Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima, ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Kementerian Agama Kota Bima, H Mansyur, S.Ag.

Dua Guru Besar yang merupakan suami istri ini adalah Prof Dr Abdul Wahid dan Prof Dr Atun Wardatun. Keduanya menghadirkan model pendidikan alternatif untuk melahirkan kualitas SDM di Bima.

Peluncuran tersebut ditandai dengan penyerahan ijin operasional pendidikan oleh Kepala Kemenag Kota Bima, H Mansyur kepada Ketua Yayasan Alamtara Litera Indonesia, Prof Dr Abdul Wahid, M.Ag.

Peluncuran ini juga dibarengi dengan kegiatan Festival Sekolah Damai yang diikuti siswa SD/MI se-Bima Raya. Lomba yang diikuti siswa yakni pidato bahasa inggris, lomba tari, baca puisi, lomba video konten. Masing-masing perwakilan sekolah unjuk kebolehan di hadapan para juri.

Alamtara Islamic School sendiri memiliki visi menjadi pusat keunggulan dalam pembinaan iman dan ilmu, mencetak generasi belia pembelajar tangguh, berakhlak, dan terbuka. Misinya, melaksanakan pendidikan dan pembelajaran dalam jenjang pendidikan menengah yang menekankan pembentukan karakter dan kecerdasan rohani, berfikir, dan sosial.

Menerapkan prinsip dan cara belajar kreatif-inovatif dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran yang berorientasi pengembangan diri untuk mengabdi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

Kepala Kemenag Kota Bima, H Mansyur, S.Ag., sangat mendukung hadirnya Alamtara Islamic School. Menurutnya, saat ini masih banyak orang tua yang mengirimkan anaknya sekolah ke luar Bima, seperti Jawa, Sulawesi dan Lombok. Itu dilakukan karena keinginan orang tua untuk pendidikan anaknya yang lebih berkualitas. Meskipun di Bima sudah ada sekolah yang dianggap favorit, namun hingga kini masih kuat keinginan sebagian orang tua memilih anaknya bersekolah di luar daerah.

“Pertanyaannya ada apa dengan kualitas pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima. Berarti ada ruang atau titik tertentu yang tidak bisa dihadirkan atau dberikan oleh lembaga pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima, sehingga orang tua sangat terpaksa mengirim anaknya keluar dari Kota Bima. Padahal biayanya tinggi, lebih mahal,” ujarnya.

Namun, diyakininya dengan hadirnya Alamtara Islamic School, akan mempu menjawab kebutuhan orang tua yang menginginkan pendidikan yang berkualitas. Apalagi, AIS dimotori oleh dua guru besar, yakni Prof Dr Abdul Wahid sebagai Ketua Yayasan dan Prof Atun Wardatun sebagai Pembina.

“Kita berharap AIS bisa mengiri ruang-ruang atau titik yang tidak bisa dipenuhi sekolah lainnya. Silahkan titip putra-putrinya di Aalamtara Islamic School, apalagi dimotori oleh dua Professor,” ajaknya.

Mansyur meyakini, AIS akan tumbuh menjadi sekolah madrasah tsnawiyah yang berkualitas. Apalagi guru-guru yang akan membimbing siswa telah melewati empat tahap tes. Menurutnya itu membuktikan AIS menghadirikan kualitas tenaga pendidik.

Ketua Yayasan Alamtara Litera Indonesia, Prof Dr Abdul Wahid, M.Ag., menyampaikan, guru-guru yang telah direkrut, setelah puasa akan menjalani sejumlah training, sehingga saat tahun pelajaran baru mereka sudah siap menerapkan ilmu dan cara-cara baru dalam proses belajar mengajar.

AIS juga, kata Abdul Wahid, akan mengajarkan siswa untuk memiliki kebangaan lokal sebagai orang Bima dan budayanya. Kekayaan lokal tersebut saat ini sudah mulai tergerus oleh gatget, narkoba, miras dan lainnya.

“Yang hilang dari kita itu kebanggaan lokal, karena digerus budaya dari luar. Padahal kurang apa budaya kita. Kebangaan lokal inilah yang akan ditanamkan pada anak-anak kita, di AIS dan sekolah-sekolah lain di Kota Bima ini,” ujarnya.

Pembina Alamtara Islamic School, Prof Dr Atun Wardatun menyampaikan, siswa yang diterima tidak bersifat eksklusif atau yang pintar saja, namun mereka yang mau. Siswa yang diterima bukan dilihat dari nilai raport, namun apakah anak dan orang tua mampu bekerjasama untuk sama-sama mengarahkan anaknya menjadi berhasil dan terdidik.

“Jika sudah ada kerjasama yang baik antara sekolah dan orang tua, Insya Allah, anak-anak kita akan menjadi berhasil,” ucapnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....