Aneka Odeng, Jajanan Kuah Hangat Favorit Banyak Kalangan

  • 11 Feb 2026 14:12 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram-Odeng merupakan makanan berbahan dasar olahan ikan yang berasal dari Korea Selatan dan dikenal luas sebagai street food berkuah hangat. Berdasarkan Korean Food Promotion Institute – Introduction to Eomuk; Kim, J. (2018). Korean Street Food Culture, di negara asalnya, Odeng atau Eomuk biasa dijual di gerobak kaki lima dan disantap langsung dari tusukan dengan kuah gurih sebagai pendamping, terutama saat musim dingin.

Di Indonesia, Odeng mengalami adaptasi rasa dan penyajian sehingga semakin digemari berbagai kalangan. Kuahnya disesuaikan dengan selera lokal yang lebih kuat, sementara penyajiannya sering dipadukan dengan saus pedas atau sambal. Adaptasi ini menunjukkan proses akulturasi kuliner asing dengan budaya makan masyarakat Indonesia.

Aneka Odeng hadir dalam beragam bentuk seperti odeng gulung, lipat, batang, hingga odeng berisi. Variasi bentuk ini dihasilkan dari teknik pelipatan lembaran adonan ikan sebelum direbus atau dikukus, yang kemudian ditusuk dan disajikan. Bentuk yang berbeda memberikan sensasi tekstur yang beragam saat dikonsumsi.

Dilansir dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI – Gizi Olahan Ikan; Winarno, F.G. Pangan dan Gizi, bahan utama odeng adalah daging ikan yang dihaluskan dan dicampur dengan tepung serta bumbu sederhana. Kandungan protein ikan menjadikan odeng sebagai camilan bernilai gizi, terutama sebagai sumber protein hewani dan mineral penting. Namun, nilai gizinya sangat dipengaruhi oleh kualitas ikan dan proses pengolahannya.

Kuah Odeng umumnya dibuat dari rebusan ikan dan rumput laut yang menghasilkan rasa gurih alami. Dalam praktiknya, kuah ini dapat dimodifikasi dengan tambahan bawang putih, kecap asin, atau cabai untuk menyesuaikan selera konsumen. Kuah hangat inilah yang menjadi daya tarik utama odeng sebagai jajanan penghangat tubuh.

Popularitas aneka Odeng terus meningkat karena harganya terjangkau, mudah disantap, dan fleksibel sebagai camilan maupun makanan ringan. Dari gerai kaki lima hingga kedai modern, odeng kini menjadi contoh kuliner global yang berhasil diterima dan dikembangkan tanpa kehilangan identitas dasarnya sebagai jajanan sederhana berbahan ikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....