KKN UNRAM Dorong Kesadaran Lingkungan Siswa

  • 28 Jan 2026 21:58 WIB
  •  Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah - Permasalahan sampah anorganik merupakan salah satu tantangan lingkungan yang hingga kini masih sulit terurai secara alami. Sampah jenis ini, seperti plastik dan kemasan sekali pakai, membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terdegradasi dan berpotensi mencemari tanah, air, serta rantai makanan apabila tidak dikelola dengan baik.

Berdasarkan prinsip ilmiah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi langkah paling efektif untuk menekan dampak lingkungan. Edukasi sejak usia dini dinilai krusial karena dapat membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku ramah lingkungan secara berkelanjutan. Anak-anak yang dibiasakan mengenal konsep pengelolaan sampah cenderung memiliki kesadaran ekologis yang lebih tinggi hingga dewasa.
Berangkat dari azas manfaat tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Program Membangun Desa (PMD) Universitas Mataram (UNRAM) menginisiasi kegiatan edukatif pengelolaan sampah anorganik di SDN 1 Jenggala, sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat di Desa Jenggala.

“Pendekatan edukasi lingkungan berbasis praktik langsung dinilai efektif karena mampu menghubungkan konsep ilmiah dengan pengalaman nyata siswa, sehingga pemahaman tidak bersifat teoritis semata,” ujar salah satu mahasiswa KKN PMD UNRAM dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan diawali pada Rabu, 21 Januari 2026, melalui sosialisasi pengelolaan dan daur ulang sampah anorganik kepada siswa-siswi SDN 1 Jenggala. Dalam sesi ini, mahasiswa KKN menjelaskan perbedaan sampah organik dan anorganik, dampak ekologis dari sampah yang tidak terkelola, serta potensi sampah anorganik sebagai bahan baku alternatif yang bernilai guna.

Secara pedagogis, metode sosialisasi dilakukan secara interaktif untuk mendorong partisipasi aktif siswa. Hal ini sejalan dengan konsep experiential learning, di mana proses belajar tidak hanya melalui mendengar, tetapi juga melalui diskusi dan pengalaman langsung. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang muncul selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan berlanjut pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan pelatihan serta lomba pembuatan karya dari sampah anorganik. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan dibimbing memanfaatkan botol plastik, kemasan bekas, serta material anorganik lainnya menjadi karya kreatif yang memiliki fungsi dan nilai estetika.

Inovasi dalam kegiatan ini tidak hanya terletak pada hasil karya, tetapi juga pada proses pembelajaran yang melatih kreativitas, kerja sama tim, kemampuan berpikir kritis, dan kepedulian lingkungan secara bersamaan. Hasil karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa sampah, apabila dikelola dengan tepat, dapat menjadi sumber daya alternatif dan bukan semata-mata limbah.

Kegiatan ditutup dengan penilaian hasil karya serta pemberian apresiasi kepada peserta lomba. Melalui program ini, mahasiswa KKN PMD UNRAM berharap dapat menanamkan kesadaran lingkungan yang berkelanjutan serta mendorong siswa menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat Desa Jenggala.

Secara jangka panjang, kegiatan edukasi lingkungan berbasis sekolah seperti ini diharapkan mampu berkontribusi dalam pengurangan timbulan sampah, mendukung pembangunan berkelanjutan, serta memperkuat peran pendidikan sebagai fondasi utama pelestarian lingkungan hidup.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....