Siklon Tropis dan Dampaknya terhadap Cuaca Indonesia

  • 26 Jan 2026 12:45 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Secara global, siklon tropis merupakan salah satu fenomena cuaca ekstrem yang paling berbahaya. Dilansir dari World Meteorological Organization (WMO), siklon tropis adalah sistem badai yang terbentuk di atas perairan tropis dengan suhu permukaan laut yang hangat. Sistem ini berpotensi memicu hujan ekstrem, angin kencang, serta gelombang laut tinggi yang dapat berdampak besar terhadap keselamatan manusia dan infrastruktur.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemunculan bibit siklon di sekitar Samudera Hindia bagian selatan atau perairan timur Indonesia dapat memengaruhi cuaca meskipun pusat sistem tidak berada tepat di atas daratan. Indonesia memang jarang dilalui langsung oleh siklon tropis karena posisinya yang dekat dengan garis khatulistiwa, namun dampak tidak langsung dari bibit siklon tetap dapat dirasakan di berbagai wilayah.

Pengaruh tersebut terjadi karena bibit siklon mampu menarik massa udara lembap dari sekitarnya. Kondisi ini memperkuat pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan seperti Nusa Tenggara Barat, Bali, pulau Jawa bagian selatan, hingga Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan laman resmi BMKG, peningkatan suplai uap air dan konvergensi angin akibat bibit siklon dapat menyebabkan hujan sedang hingga lebat yang berpotensi berlangsung selama beberapa hari.

Selain hujan lebat, dampak lain yang perlu diwaspadai adalah angin kencang dan gelombang laut tinggi. BMKG menjelaskan bahwa perairan selatan Indonesia kerap mengalami peningkatan tinggi gelombang saat terdapat bibit siklon tropis di Samudra Hindia. Kondisi ini berisiko terhadap aktivitas pelayaran dan nelayan, sehingga masyarakat pesisir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Dilansir dari WMO, gelombang tinggi akibat sistem badai tropis merupakan salah satu dampak paling berbahaya karena dapat terjadi meskipun pusat sistem berada cukup jauh dari wilayah terdampak.

Meskipun belum berkembang menjadi badai, bibit siklon tropis tetap memiliki peran besar dalam memengaruhi cuaca ekstrem di Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat di wilayah rawan, khususnya daerah pesisir dan selatan Indonesia, diimbau untuk secara aktif memantau informasi resmi dari BMKG melalui situs resmi, media sosial, serta pesan singkat sebagai langkah kewaspadaan dini guna mengurangi risiko dan dampak buruk akibat perubahan cuaca yang semakin tidak menentu. (RRI/Aldi W.)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....