Cerorot: Jajanan Tradisional Khas Lombok & Filosofinya
- 25 Apr 2025 14:14 WIB
- Mataram
KBRN,Mataram: Lombok terkenal dengan sajian kuliner dengan dominan rasa pedas, namun di balik itu masih banyak kuliner dengan rasa manis yang ada di pulau Lombok, salah satunya Cerorot. Jajanan cerorot ini berbentuk unik dengan wadah menyerupai kerucut yang terbuat dari daun kelapa kemudian di dalam nya di masukan adonan cerorot yang terbuat dari campuran tepung, santan dan gula merah. Bahan-bahan yang di gunakan untuk membuat cerort memang sederhana, namun cerorot memilki tekstur yang legit rasa yang gurih dan manis sehingga banyak menarik wisatawan luar lombok untuk mencoba.
Proses pembuatan cerorot juga terbilang sederhana, langkah pertama bahan-bahan seperti tepung, gula merah dan santan di campur kemudian di aduk hingga merata. Setelah adonan tercampur dengan baik, kemudian adonan di tuangkan ke dalam cetakan janur (daun kelapa) yang sudah di siapkan. Langkah selanjutnya adalah mengukus cerorot dalam panci tinggi yang di isi air secukupnya. Dalam proses mengukus ini ada hal yang menarik dan unik yaitu cetakan cerorot berupa janur tadi yang telah di isi adonan cerorot di letakkan di tancapkan di lubang-lubang kecil tatakan yang terletak di dalam panci. Uap air panas yang mendidih akan membantu proses adonan hingga matang.
Menariknya, sebagian masyarakat suku sasak Lombok masih menggunakan tungku tradisional yaitu jangkih yang terbuat dari tanah liat untuk memasak cerorot. Kayu bakar juga di gunakan sebagai bahan bakar dengan proses memasak kurang lebih 30 menit. Walapun saat ini ada juga masyarakat yang memilih menggunakan cara yang lebih modern untuk memasak cerorot, namun masih banyak masyarakat suku sasak Lombok yang menggunakan cara tradisional ini, selain untuk mempertahankan tradis juga untuk menciptakan aroma khas pada jajanan cerorot yang di hasilkan.
Selain sebagai jajanan khas lombok, cerorot juga memiliki nilai filosofi tertentu khususnya pada acara begawe pernikahan suku sasak Lombok. Cerorot menjadi simbol persatuan dua keluarga yang menjalin hubungan melalui pernikahan dan di harapkan membawa berkah kehidupan yang baik bagi kedua mempelai. Warna coklat sawo matang pada cerorot matang melambangkan pengantin laki-laki, dan bentuk lonjong mengerucut bermakna kesuburan. Masyarakat suku sasak juga percaya bahwa di setiap gigitanya terkandung doa dan harapan untuk hidup berumah tangga yang sejahtera serta di anugrahi keturunan.
Untuk mendapatkan jajanan ini tidak sulit,karena tersedia di pasar tradisional, toko-toko kue modern, serta gerai-gerai oleh-oleh khas Lombok, harga nya pun sangat terjangkau sehingga cocok di jadikan kudapan dan oleh-oleh ketika datang ke pulau Lombok. (Sumber: indonesiakaya.com, Liputan6.com)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....