Waspada! Modus Penipuan Online Melalui Sosmed
- 21 Apr 2025 15:29 WIB
- Mataram
KBRN, Mataram: Di era Digital Saat ini semakin marak penipuan online dengan berbagai modus di sosial media atau sosial media. Sebagai basis digital yang kini sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, terlebih lagi Sosial Media bukan hanya saja sebagai alat penghubung dalam berkomunikasi dan berbagi informasi saja.
Namun, sosial media sebagai wadah untuk para kreator konten menghasilkan uang, di mana saat ini banyak dari masyarakat mencoba juga peruntungan dengan membuat konten menarik, edukatif dan menghibur, dan sosial media pun digunakan para distributor dan seller untuk memasarkan produk mereka, semakin masifnya kegiatan jual beli di sosial media yang membuat para penipu online memanfaatkan situasi tersebut untuk melancarkan aksi mereka.
Dialansir dari seabank.co.id., salah satu cara yang sering digunakan oleh penipu (fraudster) adalah Social Engineering (rekayasa sosial). Penipu akan mempelajari cara untuk memanipulasi emosi dan pikiran korban sehingga mudah percaya dan mengikuti instruksi penipu saat melakukan kejahatan.
Beberapa contoh Social Engineering yang wajib kita waspadai:
- Phishing dan Smishing
Phising biasanya dilakukan penipu dengan mengirimkan email atau pesan yang seolah-olah berasal dari lembaga resmi seperti Bank. Email atau pesan bisa berupa link ataupun file yang apabila diklik akan tertuju pada situs palsu dan malware bisa terpasang di perangkat korban. Penipu kemudian bakal meretas dan memperoleh data rahasia, mengawasi aktivitas korban, atau menggunakan perangkat korban untuk melancarkan serangannya. Sedangkan smishing biasanya dilakukan melalui SMS maupun WhatsApp.
Berikut ciri-ciri dari tipe penipuan Phising:
- Alamat email yang mencurigakan (tidak resmi)
- Terdapat kesalahan penulisan
- Terdapat bahasa yang mendesak (rekening akan diblokir, keamanan akun terancam dan harus segera mengganti password, hadiah yang akan hangus, dan lain-lain)
Ciri-ciri link yang mencurigakan:
- Menyerupai link resmi contoh seharusnya https://facebook.com diubah menjadi http://facebo0k.com
- Diawali dengan “http:” Link yang aman diawali “https:”
- Terdapat kesalahan ejaan atau penulisan yang tidak biasa
- Terdapat karakter tambahan yang tidak biasa, seperti (*), (%), (0), atau (?)
2. Undian Bodong
Penipu menyebarkan informasi bahwa korban telah memenangkan undian dengan hadiah menggiurkan dan korban diminta untuk membayar biaya administrasi atau pajak.
Ciri-ciri: Tidak ada pengumuman resmi dari penyelenggara undian, hadiah yang ditawarkan terlalu bombastis dan adanya permintaan pembayaran di muka.
3. Investasi Bodong
Penipu menawarkan investasi dengan keuntungan yang tidak wajar dalam waktu singkat tanpa menjelaskan keresmian dan risikonya. Di tahap awal korban akan menanamkan modal dalam jumlah yang besar tetapi ketika para investor menagih keuntungan yang dijanjikan, penipu akan menghilang dengan membawa uang tersebut
Ciri-ciri: Janji keuntungan yang besar, tidak memiliki izin resmi dari OJK dan menggunakan testimoni palsu.
4. Online Shop
Penipu membuat toko online palsu dan menawarkan barang dengan harga yang murah. Setelah korban memesan dan membayar, barang tidak pernah dikirim atau barang yang diterima berbeda dengan yang dipesan.
Ciri-ciri: harga barang jauh dibawah pasaran, nomor telepon atau alamat tidak jelas.
5. Vishing
Penipu biasanya mengaku sebagai debt collector, petugas kepolisian, Bank, atau keluarga yang sedang mengalami kesulitan dengan cara mengirim pesan atau menghubungi korban dengan ancaman.
Ciri-ciri: bahasa mengancam atau mendesak (mentransfer uang/pulsa dan meminta informasi pribadi), nomor telepon tidak dikenal, informasi yang disampaikan tidak jelas atau tidak meyakinkan.
Tips agar terhindar dari Penipuan:
- Jangan mudah tergiur dengan iming-iming hadiah/keuntungan yang tidak wajar.
- Cek informasi yang diterima melalui website resmi atau konfirmasi langsung ke lembaga yang bersangkutan.
- Hati-hati dalam mengklik tautan atau membuka file dari sumber yang tidak dikenal.
- Jaga rahasia data pribadi dan keuangan Anda.
- Ubah pin dan password rekening anda secara berkala. (PENULIS: Desak Made Dian)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....