Dari Hansip ke Linmas: Evolusi Pertahanan Sipil di Indonesia

  • 19 Apr 2025 08:57 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Evolusi pertahanan sipil di Indonesia adalah kisah panjang yang menunjukkan bagaimana negara menyesuaikan bentuk dan cara perlindungan masyarakat sesuai zaman dan tantangan sosial-politik.

Berikut gambaran ringkas, namun runtut tentang evolusi pertahanan sipil di Indonesia:

1. Awal Mula – Masa Awal Kemerdekaan

Konsep Pertahanan Rakyat Semesta muncul setelah kemerdekaan, ketika pemerintah menyadari pentingnya melibatkan warga sipil dalam sistem pertahanan.

Masyarakat dilibatkan dalam menjaga keamanan lokal melalui pengorganisasian mandiri, terutama saat negara masih berjuang melawan pemberontakan dan ancaman luar

2. Pembentukan Hansip (1962)

a. Hansip (Pertahanan Sipil) dibentuk resmi lewat Keputusan Wakil Menteri Pertama Urusan Pertahanan/Keamanan No. MI/A/72/62 pada 19 April 1962.

b. Fungsi utama Hansip adalah membantu TNI menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di masa konflik atau darurat.

Mereka adalah warga sipil sukarela yang dilatih dasar-dasar keamanan, pertolongan pertama, dan kedisiplinan

3. Hansip sebagai Garda Terdepan Keamanan Lingkungan (Orde Baru)

a. Pada masa Orde Baru, Hansip lebih dikenal sebagai penjaga keamanan kampung, yang juga membantu kegiatan sosial, ronda malam, bahkan pengawasan saat pemilu.

b. Tugas mereka menjadi lebih teritorial, menjaga keamanan lingkungan RT/RW.

Ikonik dengan seragam hijau tua, topi, dan pentungan kayu.

4. Transformasi Menjadi LINMAS (2002)

a. Tahun 2002, Hansip diubah menjadi Linmas (Perlindungan Masyarakat).

b. Nama ini mencerminkan pergeseran fokus dari aspek militeristik ke perlindungan sipil dan penanggulangan bencana.

Linmas tetap bertugas menjaga ketertiban lingkungan, tapi kini juga aktif dalam penanggulangan bencana dan mendukung program sosial pemerintah.

5. Alih Koordinasi ke Satpol PP (2004)

a. Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, pengelolaan Linmas diserahkan kepada pemerintah daerah melalui Satpol PP.

b. Perubahan ini membuat sistem pertahanan sipil lebih tertata secara birokratis dan profesional, meski tetap berbasis kerelawanan.

6. Penyesuaian Regulasi (2014 dan Seterusnya)

a. Perpres No. 88 Tahun 2014 mencabut aturan lama tentang Hansip dan Wankamra, menyesuaikan struktur perlindungan masyarakat dengan tantangan zaman modern seperti bencana, terorisme, dan gangguan ketertiban umum.

Saat ini, peran Linmas banyak terlihat saat pengamanan pemilu, kegiatan masyarakat, serta dalam sistem kebencanaan

Evolusi pertahanan sipil di Indonesia menunjukkan transformasi dari semangat pertahanan rakyat semesta ke arah perlindungan sipil yang terorganisir dan adaptif. Dari Hansip yang menjaga ronda malam, hingga Linmas yang kini membantu Satpol PP dalam banyak aspek ketertiban dan perlindungan masyarakat. (OLEH/PENULIS: DIAN MUSTAPA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....