Hari Peduli Sampah Nasional, Menghargai Jasa Pahlawan Kebersihan

  • 21 Feb 2025 11:31 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram : Setiap tanggal 21 Februari, Indonesia memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), yang pertama kali ditetapkan pada 2006 sebagai respons terhadap tragedi longsor sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, pada 21 Februari 2005. Bencana yang menelan lebih dari 150 nyawa itu menyadarkan kita akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan.

Peringatan HPSN bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang masalah sampah dan mendorong kebijakan yang lebih baik dalam pengelolaan limbah. Setiap tahun, pemerintah, komunitas, dan berbagai organisasi lingkungan mengadakan kampanye serta kegiatan bersih-bersih untuk memperingati hari ini.

Setiap orang di Indonesia, rata-rata, menghasilkan sampah sekitar 0,7 kg per hari. Bayangkan betapa banyaknya sampah yang dihasilkan di sebuah kota besar, jika sampah dibiarkan tanpa pengelolaan, timbunan sampah akan semakin banyak dan berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan. Di sinilah peran penting para garda terdepan dalam pengelolaan sampah: para pemulung dan petugas kebersihan yang sering kita sebut sebagai "tukang sampah". Mereka adalah pahlawan kebersihan sejati yang berperan besar dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman.

Para pemulung, misalnya, setiap hari berjalan jauh, mendorong gerobak atau membawa kresek besar untuk mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah, tempat umum, bahkan sampah yang berserakan di pinggir jalan. Mereka tidak hanya mengambil sampah, tetapi juga memilahnya dengan cermat untuk proses daur ulang. Sampah yang bisa didaur ulang akan disalurkan lagi, sehingga memberikan manfaat lebih bagi lingkungan. Meskipun upah yang mereka terima tidak sebanding dengan risiko yang dihadapi, mereka tetap penuh semangat dan berdedikasi dalam pekerjaan mereka.

Selain itu, pasukan oranye atau PPSU (Penanganan Prasarana dan Sarana Umum) juga berperan besar dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan. Dengan seragam oranye mereka, pasukan ini bertugas membersihkan jalan, taman, saluran air, dan sungai. Mereka juga sigap memperbaiki kerusakan dan memastikan prasarana kota tetap dalam kondisi baik.

Meskipun jasa mereka begitu besar, mereka sering dilabeli dengan sebutan "tukang sampah", yang cenderung memiliki konotasi negatif. Sebutan ini, sebenarnya merujuk pada orang yang membuang sampah sembarangan, padahal mereka telah berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas sampah.

Mari kita lebih menghargai peran mereka dengan menyebut mereka sebagai petugas kebersihan atau pahlawan lingkungan. Dengan begitu, kita tidak hanya memberikan pengakuan yang lebih layak, tetapi juga memaknai peran mereka dengan lebih positif. Para pemulung dan pasukan oranye adalah garda terdepan dalam pengelolaan sampah yang patut mendapatkan apresiasi dan penghargaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....