Mengenal Penyebab Kerusakan Tanaman Mangrove

  • 26 Jan 2025 16:17 WIB
  •  Mataram

KBRN, Mataram: Kerusakan ekosistem mangrove di Indonesia menjadi isu yang semakin mengkhawatirkan. Dua penyebab utama yang mengancam kelestariannya adalah aktivitas manusia dan perubahan iklim. Hal itu diungkapkan oleh Siti Asiah, mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram) yang juga menjadi pemakalah dalam seminar nasional FIP2B 2024.

Siti Asiah juga berbagi pandangannya mengenai masalah ini dalam acara Mozaik Indonesia Green yang disiarkan Pro 1 RRI Mataram, Minggu (26/1/2025).

1. Aktivitas Manusia yang Merusak Mangrove

Salah satu penyebab utama kerusakan mangrove adalah tindakan manusia, terutama konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak.

"Pembangunan tambak untuk budidaya ikan atau udang sering kali menjadi pilihan karena dapat mendatangkan keuntungan ekonomi. Namun, ini mengakibatkan hilangnya hutan mangrove yang seharusnya berfungsi sebagai pelindung pesisir dan rumah bagi banyak biota laut," ujar Siti Asiah.

Menurutnya, ada solusi yang dapat diupayakan untuk mengatasi masalah ini.

"Sistem yang memadukan antara hutan mangrove dan lahan tambak bisa menjadi jalan keluar. Dengan pendekatan ini, tambak bisa tetap berfungsi untuk budidaya, namun ekosistem mangrove tetap terjaga, bahkan bisa saling mendukung."

Selain itu, aktivitas manusia lain yang merusak mangrove adalah penebangan hutan mangrove untuk dijadikan bahan bakar arang.

"Pohon mangrove ditebang dan dijual sebagai arang, yang tentu saja mengancam kelestarian hutan mangrove itu sendiri. Padahal, pohon mangrove sangat penting untuk menjaga ekosistem pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim," tambahnya.

2. Perubahan Iklim dan Dampaknya pada Mangrove

Selain faktor manusia, perubahan iklim juga menjadi salah satu penyebab kerusakan mangrove. Salah satunya adalah naiknya permukaan laut akibat pemanasan global.

"Dengan suhu bumi yang semakin memanas, es di kutub mencair, yang menyebabkan permukaan laut naik. Kondisi ini membuat mangrove yang berada di daerah pesisir rendah rentan tergenang air, sehingga mengancam keberlangsungan hidup ekosistem mangrove," jelas Siti Asiah.

Perubahan iklim juga menyebabkan pola cuaca yang tidak menentu, seperti curah hujan yang berkurang atau meningkat bisa mengganggu pertumbuhan mangrove dan habitatnya.

Siti Asiah menekankan bahwa pelestarian mangrove sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam, terutama di wilayah pesisir.

"Mangrove memiliki banyak manfaat, seperti melindungi pantai dari erosi, menyaring polutan, dan menyediakan habitat bagi banyak spesies. Oleh karena itu, upaya untuk menjaga kelestariannya harus dilakukan bersama-sama," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....