Capaian CKG Lombok Timur Tembus 40 Persen

  • 05 Okt 2026 16:48 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Timur - Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur mencatat capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menembus lebih dari 40 persen. Capaian tersebut terus didorong untuk memenuhi target 46 persen hingga akhir tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Lalu Aries Fahrozi, mengatakan masih terdapat waktu tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember, untuk mengejar target yang telah ditetapkan dalam program prioritas pemerintah tersebut.

"Capaian kita sudah lebih dari 40 persen, sehingga masih ada waktu sampai akhir tahun untuk terus meningkatkan cakupan pelayanan CKG," ujar Lalu Aries, Senin 5 Oktober 2026.

Dinkes Lombok Timur secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi terhadap seluruh Puskesmas untuk melihat perkembangan capaian CKG. Evaluasi juga dilakukan melalui pertemuan daring secara berkala bersama Puskesmas.

Lalu Aries menjelaskan, CKG menyasar seluruh siklus kehidupan, mulai dari ibu hamil, bayi dan balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia. Paket pemeriksaan disesuaikan dengan kebutuhan dan kelompok usia masing-masing.

"Melalui CKG, masyarakat dapat mengetahui profil dan risiko kesehatan sejak dini. Pemeriksaan tersebut dapat membantu mengidentifikasi risiko diabetes maupun hipertensi sehingga masyarakat dapat diberikan edukasi dan langkah pencegahan sebelum berkembang menjadi penyakit," katanya.

Selain itu, pemeriksaan juga mencakup sejumlah risiko penyakit kanker, di antaranya kanker paru, kanker usus dan kanker payudara bagi perempuan. "Kami terus mendorong seluruh Puskesmas agar aktif menjangkau masyarakat, sehingga CKG tidak hanya menunggu warga datang ke fasilitas kesehatan," katanya.

Untuk memperluas jangkauan pelayanan, seluruh Puskesmas di Lombok Timur melayani program CKG. Dinkes juga mendorong Puskesmas tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi aktif turun ke tengah masyarakat, termasuk pada berbagai kegiatan yang melibatkan banyak warga.

Pelayanan CKG juga dilakukan di sekolah-sekolah sebagai bagian dari sasaran program, dengan pelaksanaan khusus pada momentum penerimaan peserta didik baru. Lalu Aries mengatakan pelaksanaan CKG juga diintegrasikan dengan program tracing TBC di 196 desa.

"Integrasi tersebut dilakukan agar berbagai program kesehatan nasional dapat dilaksanakan secara bersamaan dan masyarakat memperoleh manfaat pelayanan kesehatan dalam satu kegiatan," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....