Pembangunan KNMP Desa Jala Dikebut, Optimis 10 Agustus Rampung

  • 03 Agt 2026 15:17 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu – Pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Jala, Kecamatan Hu'u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, terus menunjukkan progres signifikan.

Hingga 3 Agustus 2026, realisasi fisik proyek telah mencapai 85 persen dan ditargetkan rampung pada 10 Agustus 2026.

Pelaksana Lapangan PT Aulia Berlian Konstruksi, Agus Darmawan, mengatakan seluruh pekerjaan saat ini memasuki tahap penyelesaian akhir. Pihaknya optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target waktu yang telah ditetapkan.

"Saat ini progres fisik sudah mencapai sekitar 85 persen dan kami fokus pada penyelesaian pekerjaan yang tersisa," ujarnya, Senin, 3 Agustus 2026.

Pembangunan KNMP Desa Jala menelan anggaran sekitar Rp21,1 miliar, yang terdiri dari Rp11,1 miliar untuk pekerjaan konstruksi dan Rp10 miliar untuk pengadaan sarana serta prasarana pendukung. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Aulia Berlian Konstruksi sebagai rekanan pemenang tender.

Lingkup pembangunan cukup lengkap sebagai kawasan terpadu pendukung aktivitas nelayan. Fasilitas yang dibangun meliputi revetment atau tanggul pelindung pantai, pabrik es, gudang beku (cold storage), shelter pendaratan ikan, shelter coolbox, kios perbekalan nelayan, kantor pengelola Koperasi Nelayan Merah Putih Desa Jala, balai pertemuan nelayan, area parkir, toilet umum, tangki dan toren air, jaringan penerangan, sumur resapan, septic tank, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Biotech, tempat pembuangan sampah, gapura hingga shelter perbaikan alat tangkap.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu mengubah pola usaha perikanan tangkap yang selama ini masih bergantung pada tengkulak dan minim dukungan infrastruktur pascapanen.

Dengan adanya pabrik es dan cold storage, nelayan tidak lagi dipaksa menjual hasil tangkapan sesaat setelah mendarat.

Ikan dapat disimpan dalam kondisi segar sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan memberikan ruang bagi nelayan untuk memilih waktu penjualan yang menguntungkan.

Selain itu, keberadaan kios perbekalan dan shelter perbaikan alat tangkap diharapkan mampu menekan biaya operasional nelayan, sedangkan balai pertemuan dan kantor koperasi menjadi pusat pengelolaan usaha bersama, mulai dari pemasaran hasil tangkapan, penyediaan sarana produksi hingga penguatan kelembagaan nelayan.

Program Koperasi Nelayan Merah Putih juga diharapkan menciptakan rantai usaha perikanan yang lebih efisien.

Melalui koperasi, nelayan dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap pembiayaan, sarana produksi, pemasaran hasil tangkapan, hingga pengembangan usaha berbasis koperasi.

Output yang diharapkan dari program ini adalah meningkatnya pendapatan nelayan, terbukanya lapangan kerja baru di sektor pengolahan dan distribusi hasil perikanan, berkurangnya ketergantungan terhadap tengkulak, serta meningkatnya nilai tambah komoditas perikanan yang dihasilkan masyarakat pesisir.

Keberlanjutan program menjadi faktor penting setelah pembangunan fisik selesai. Pemerintah bersama pengurus koperasi dituntut mampu memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat beroperasi secara optimal, dikelola secara profesional, serta didukung dengan pembinaan kelembagaan, akses permodalan, dan jaringan pemasaran agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Selain KNMP Desa Jala, Pemerintah Kabupaten Dompu sebelumnya juga telah mengusulkan pembangunan dua Koperasi Nelayan Merah Putih kepada pemerintah pusat.

Namun hingga saat ini, baru KNMP Desa Jala yang memasuki tahap pembangunan fisik. Sementara usulan lokasi lainnya masih menunggu proses persetujuan dan pengalokasian anggaran dari pemerintah pusat.

Pemerintah Kabupaten Dompu berharap keberhasilan KNMP Desa Jala dapat menjadi model pengembangan ekonomi masyarakat pesisir di wilayah lain, sekaligus memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....