Akademisi Apresiasi Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan Nasional

  • 30 Jun 2026 11:53 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Dompu - Peran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung program ketahanan pangan nasional mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Polri dinilai turut berkontribusi dalam mengawal program strategis pemerintah melalui pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan demi mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada nasional.

Akademisi dan praktisi Hukum, Taufik Firmanto, menilai keterlibatan Polri dalam isu ketahanan pangan menjadi langkah penting yang menunjukkan bahwa institusi kepolisian tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir dalam isu strategis yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Menurut Taufik, di dunia akademik dikenal jargon publish or perish, yang berarti setiap gagasan harus terus dipublikasikan agar tetap hidup dan memberi dampak.

“Kalau kita tidak publish atau tidak menerbitkan gagasan, maka kita akan hilang. Ini menjadi satu statement bahwa Polri juga punya gagasan akademik,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.

Ia menilai, yang terpenting adalah bagaimana Polri melalui para pemikirnya mampu mendefinisikan ulang makna keamanan, termasuk memasukkan aspek keamanan pangan sebagai bagian dari perhatian utama.

“Dalam hal ini keamanan pangan menjadi konteks yang kini mendapat perhatian dari Polri. Saya sangat mengapresiasi dan bangga terhadap keterlibatan Polri dalam mempertahankan ketahanan pangan,” katanya.

Taufik menegaskan, Polri telah mampu menjalankan fungsi sebagai supporting system dalam menjaga kedaulatan pangan Indonesia.

Menurutnya, keterlibatan aktif Polri dalam mendukung para petani menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

Ia juga menilai, masyarakat perlu mengetahui wajah Polri yang lebih luas, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga kedaulatan pangan nasional.

“Sekarang waktunya kita menunjukkan kepada masyarakat bahwa Polri mampu hadir di relung-relung kehidupan masyarakat melalui isu kedaulatan pangan dan food security,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyoroti keberhasilan Indonesia yang kini tidak lagi bergantung pada impor jagung, yang selama puluhan tahun menjadi persoalan nasional. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran Polri dalam mengawal dan mendukung petani.

“Selama 53 tahun kita bergantung pada impor jagung. Sekarang, berkat pengawalan dan dukungan Polri kepada petani, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor jagung,” tegasnya.

Taufik berharap, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan dapat terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga cita-cita swasembada pangan nasional dapat terwujud secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....