MBG Libur Sekolah, NTB Hemat Anggaran Rp87,2 Miliar

  • 23 Jun 2026 14:49 WIB
  •  Mataram
Poin Utama
  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) dihentikan sementara selama libur sekolah.
  • Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) NTB, Eko Prasetyo, mengatakan penghentian penyaluran MBG berlaku mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026.
  • Penghematan anggaran berasal dari penghentian insentif Rp6 juta per hari untuk 808 SPPG yang telah beroperasi di NTB selama 18 hari.

RRI.CO.ID, Mataram - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) dihentikan sementara selama libur sekolah. Kebijakan ini membuat pemerintah menghemat anggaran hingga Rp87,2 miliar selama 18 hari penghentian distribusi.

Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) NTB, Eko Prasetyo, mengatakan penghentian penyaluran MBG berlaku mulai 22 Juni hingga 13 Juli 2026. Kebijakan itu mengacu pada Surat Edaran BGN Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama libur sekolah.

“Distribusi MBG dihentikan sementara mengikuti masa libur sekolah,” kata Eko di Mataram, Selasa 23 Juni 2026.

Penghentian ini juga mengubah skema insentif bagi SPPG. Jika sebelumnya SPPG tetap menerima insentif Rp6 juta per hari meski tidak melakukan distribusi, kini pembayaran menggunakan skema no service no pay.

“Kalau tidak ada pelayanan, tidak ada pembayaran,” ujar Eko.

Menurut dia, penghematan anggaran berasal dari penghentian insentif Rp6 juta per hari untuk 808 SPPG yang telah beroperasi di NTB selama 18 hari. Secara nasional, penghentian sementara MBG disebut menghemat anggaran lebih dari Rp3 triliun.

Meski distribusi berhenti, aktivitas pengawasan tetap berjalan. Sebanyak 914 orang yang terdiri dari kepala SPPG, pengawas gizi, dan pengawas keuangan tetap masuk kerja untuk mengevaluasi tata kelola program.

“Mereka melakukan evaluasi SOP, memperbaiki tata kelola, mengecek infrastruktur, hingga memastikan pembelanjaan berjalan sesuai aturan,” kata Eko.

Eko memastikan penghentian sementara MBG tidak menimbulkan gejolak di tingkat SPPG. Ia menyebut aksi yang dilakukan sejumlah relawan dan pengelola SPPG merupakan bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program MBG.

“Itu aksi damai untuk mendukung program MBG, bukan karena ada gejolak,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....