Sumbawa Pacu Pembangunan Sekolah Rakyat dan Hilirisasi Unggas
- 11 Mei 2026 12:26 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Sumbawa - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sumbawa, terus memacu pembangunan sektor sosial dan ekonomi daerah sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta program strategis nasional. Pada tahun 2026, dua agenda besar menjadi fokus utama, yakni penguatan pelayanan kesejahteraan sosial melalui Sekolah Rakyat dan percepatan industrialisasi peternakan, melalui program hilirisasi unggas terintegrasi.
Kepala Bapperida Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedy Heriwibowo, Senin 11 Mei 2026, menjelaskan bahwa program Sekolah Rakyat (SR) merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) yang saat ini sudah mulai dijalankan di Sumbawa dengan memanfaatkan lokasi sementara di SMP 4 Sumbawa.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare yang berlokasi di depan fasilitas Pertamina Badas sebagai lokasi pembangunan permanen Sekolah Rakyat. Seluruh persyaratan administratif telah diajukan ke pemerintah pusat, dan saat ini tinggal menunggu kedatangan tim teknis untuk melakukan verifikasi lapangan serta penyusunan Detail Engineering Design (DED).
“Dalam waktu dekat, tim dari pusat akan turun untuk melihat langsung lokasi pembangunan. Ini menjadi tahapan penting sebelum masuk pada proses desain teknis,” ujar Dedy.
Selain sektor pendidikan dan sosial, Pemkab Sumbawa juga mendorong penguatan ekonomi daerah melalui program hilirisasi unggas terintegrasi, yang ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional. Program ini, diharapkan mampu mempercepat tumbuhnya industri peternakan modern di daerah tersebut.
Dedy menjelaskan, pembangunan proyek tersebut telah memasuki tahap awal dengan dilakukannya peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 9 Maret. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama (MoU) pada 9 April di Jakarta.
| Baca juga: Produk Lokal Jadi Andalan Program MBG di NTB |
Bahkan, pekan lalu, tim gabungan dari PT Berdikari bersama perwakilan Kementerian Pertanian telah meninjau langsung lokasi proyek di Desa Serading, yang menjadi salah satu titik prioritas pengembangan.
“Rencananya pada Juli mendatang akan dilakukan pencairan anggaran dari Danantara, sehingga pembangunan fisik bisa segera dimulai. Tahap awal mencakup pembangunan kandang dan pabrik pakan,” jelasnya.
Ia menambahkan, proyek ini akan menghasilkan sistem produksi ayam terintegrasi, mulai dari induk ayam hingga produksi Day Old Chick (DOC) yang ditargetkan mencapai sekitar 250.000 ekor per tahun. Seluruh infrastruktur utama akan difasilitasi oleh pemerintah pusat, sementara pemerintah daerah hanya berperan dalam mendukung kesiapan lokasi dan koordinasi lapangan.
Dengan skema tersebut, pemerintah daerah optimistis pada tahun 2027 program hilirisasi unggas ini sudah dapat mulai beroperasi dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Khususnya dalam penciptaan lapangan kerja dan penguatan rantai pasok peternakan di Kabupaten Sumbawa.
“Harapannya, ini bukan hanya proyek pembangunan, tetapi menjadi penggerak ekonomi baru di Sumbawa,” jelas Dedy.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....