Pemkab Loteng Rutin Evaluasi, Pastikan Bahan Baku Dapur MBG Selalu Terpenuhi
- 04 Mei 2026 16:21 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terus memastikan ketersediaan bahan baku untuk mendukung operasional dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui pengawasan ketat dan evaluasi rutin, seluruh kebutuhan bahan pangan dipastikan aman dan mencukupi.
Wakil Bupati Lombok Tengah, HM Nursiah, mengatakan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengelola dapur telah memiliki manajemen tersendiri, namun tetap berada dalam pendampingan dan pengawasan Satgas kabupaten.
“SPPG yang mengelola dapur sudah memiliki manajemen, tetapi tetap didampingi dan diawasi oleh satgas kabupaten. Untuk kondisi bahan makanan, kami sudah menugaskan OPD terkait seperti Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, hingga Perindag untuk mengukur sejauh mana kemampuan daerah dalam memenuhi kebutuhan MBG dari sektor pertanian lokal,” ujarnya Senin, 4 Mei 2026.
Menurutnya, untuk saat ini ketersediaan bahan pokok seperti beras, telur, dan kebutuhan lainnya masih dalam kondisi aman. Tidak ditemukan adanya kekurangan bahan baku di dapur-dapur MBG yang beroperasi.
“Sejauh ini bahan baku seperti telur, beras, dan lainnya cukup tersedia. Tidak ada kekurangan untuk kebutuhan dapur. Beras aman. Tapi tetap nanti kita lihat data di Dinas Pertanian. Karena tentu satgas pasti menerima laporan,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab juga memastikan adanya evaluasi berkala yang dilakukan oleh Satgas guna menjaga stabilitas pasokan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi kekurangan bahan di masa mendatang.
“Satgas juga rutin melakukan evaluasi ketersediaan bahan. Stok bahan baku dari sektor pertanian kita aman untuk memenuhi kebutuhan MBG,” tegasnya.
Saat ini, jumlah dapur atau SPPG di Lombok Tengah tercatat sebanyak 16 unit yang tersebar di 12 kecamatan. Seluruh dapur yang beroperasi dipastikan menyerap bahan baku dari hasil pertanian dan peternakan lokal.
Mulai dari beras, ikan, ayam, telur, hingga sayur-sayuran, seluruhnya diupayakan berasal dari petani dan peternak di Lombok Tengah. Hal ini tidak hanya menjamin ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....