HKTI NTB Dorong Petani Penuhi Kebutuhan Program MBG, Perkuat Rantai Pasok Lokal
- 31 Mar 2026 17:13 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong petani lokal untuk mengambil peran strategis dalam memenuhi kebutuhan program MBG sebagai salah satu offtaker sektor pertanian. Ketua DPD HKTI NTB, H Willgo Zainar, menegaskan pentingnya penguatan rantai pasok dan jaminan kualitas produk guna mendukung keberlanjutan program tersebut.
Menurut Willgo, kebutuhan MBG tidak hanya terbatas pada satu jenis komoditas, tetapi mencakup berbagai hasil pertanian seperti beras, sayur, buah, daging, telur, hingga ikan. Karena itu, diperlukan ekosistem yang terintegrasi agar suplai dapat terjaga secara konsisten.
“Rantai pasok ini harus benar-benar terbentuk dalam satu ekosistem yang menjamin kepastian suplai, harga, dan mutu. Kebutuhan MBG ini bersifat rutin, minimal lima hingga enam hari dalam seminggu, sehingga pasokan harus stabil,” ujar Willgo di Mataram, Selasa 31 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dengan jumlah kebutuhan yang besar dan bersifat harian, potensi perputaran ekonomi dari program tersebut di NTB diperkirakan mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Angka tersebut mencakup berbagai komponen, mulai dari pengadaan bahan pangan hingga penyerapan tenaga kerja.
HKTI, lanjutnya, akan berperan dalam memastikan petani mampu memenuhi standar yang ditetapkan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Pihaknya juga mendorong penguatan kapasitas petani melalui koordinasi dengan pengurus di tingkat kabupaten/kota.
“Kami sifatnya advokasi. Teman-teman di daerah yang memiliki binaan petani harus memastikan kebutuhan MBG ini bisa dipasok semaksimal mungkin dari lokal,” katanya.
Selain itu, Willgo menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah, khususnya melalui dinas pertanian dan penyuluh, dalam meningkatkan kualitas produksi petani. Hal ini dinilai krusial agar standar yang ditetapkan dapat terpenuhi secara menyeluruh.
Ia juga menyoroti adanya investasi di sektor peternakan, khususnya produksi daging ayam dan telur di NTB, sebagai momentum untuk memperkuat kemandirian daerah dalam memenuhi kebutuhan pangan.
“Selama ini sebagian kebutuhan masih dipasok dari luar daerah. Dengan adanya investasi ini, kita harapkan NTB bisa mandiri, minimal untuk memenuhi kebutuhan sendiri,” tambahnya.
HKTI NTB bersama para pemangku kepentingan, lanjut Willgo, berkomitmen mengawal rantai pasok agar kebutuhan program MBG dapat dipenuhi oleh produk lokal. Hal ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas pasokan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani.
“Petani harus menjadi garda terdepan. Ini momentum yang sangat baik untuk meningkatkan peran dan kesejahteraan mereka melalui penguatan pasar lokal,” tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....