MBG di NTB Dirapel saat Libur, Pengawasan Diperketat
- 17 Mar 2026 11:39 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Makan Bergizi Gratis
- MBG di NTB
RRI.CO.ID, Mataram - Penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama libur Nyepi dan Lebaran 2026 dilakukan dengan sistem rapel. Distribusi untuk beberapa hari digabung dan diberikan lebih awal.
Kepala Satuan Tugas MBG NTB, Fathul Gani, mengatakan makanan untuk 17 dan 18 Maret sudah dibagikan pada 16 Maret. Selama dua hari libur itu, tidak ada penyaluran.
“Selama libur Lebaran, penyaluran dibundling. Tanggal 16 jadi yang terakhir sebelum jeda,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.
Kebijakan tersebut merujuk pada Surat Edaran Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nomor 6 Tahun 2026. Pada 18 Maret tidak ada distribusi, namun petugas Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) tetap diminta masuk untuk melakukan perawatan dapur.
Di balik skema percepatan distribusi itu, muncul kekhawatiran soal potensi penyimpangan, terutama terkait harga dan kualitas makanan. Fathul mengakui adanya laporan masyarakat yang menilai makanan yang diterima tidak sepadan dengan nilai anggaran.
“Laporan memang ada, tapi harus kita cross check. Inspektur BGN juga turun langsung untuk memastikan,” katanya.
Pengawasan diperketat dengan melibatkan koordinator wilayah hingga tingkat kecamatan. Langkah ini dimaksudkan untuk menutup celah permainan harga dalam distribusi yang digabungkan.
Dalam skema MBG, terdapat dua kategori porsi: porsi kecil seharga Rp13 ribu dan porsi besar Rp15 ribu. Pemerintah mewajibkan setiap paket makanan mencantumkan label harga sebagai bentuk transparansi. Mitra penyedia yang tidak memenuhi ketentuan ini terancam sanksi teguran.
Fathul menegaskan, penyaluran MBG akan kembali berjalan normal setelah masa libur Lebaran, tepatnya mulai 31 Maret 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....