Serapan Gabah Petani Dikawal, Babinsa Kodim 1620/Loteng Turun Langsung ke Sawah
- 06 Mar 2026 09:27 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Proses penyerapan gabah hasil panen petani di Kabupaten Lombok Tengah kini mendapat pengawalan langsung dari aparat TNI. Babinsa jajaran Kodim 1620/Lombok Tengah turun ke lapangan untuk memastikan gabah petani terserap dengan baik oleh Perum Bulog selama bulan Ramadan.
Pengawalan ini dilakukan mulai dari proses panen di sawah hingga distribusi gabah ke tempat penggilingan dan gudang penyimpanan Bulog. Langkah tersebut bertujuan memastikan serapan gabah berjalan lancar sekaligus menjaga stabilitas stok pangan di daerah.
Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah, Karimmuddin Rangkuti, mengatakan keterlibatan Babinsa merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, Babinsa tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga terjun langsung mendampingi petani di lapangan untuk memastikan hasil panen mereka dapat terserap dengan harga yang sesuai.
“Babinsa turun langsung ke sawah maupun tempat penggilingan padi untuk memastikan gabah petani terserap dengan baik, harganya sesuai, dan proses distribusinya berjalan lancar,” ujarnya Kamis 5 Maret 2026.
Selain mengawal proses penyerapan, Babinsa juga melakukan pendampingan kepada petani mulai dari masa panen hingga pengiriman gabah ke gudang Bulog. Upaya ini dilakukan untuk mencegah praktik spekulasi harga atau permainan tengkulak yang berpotensi merugikan petani.
“Kami ingin memastikan jerih payah petani dihargai dengan harga yang layak, sekaligus menjamin ketersediaan beras bagi masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri,” tambahnya.
Dalam pelaksanaannya, Kodim 1620/Lombok Tengah juga bersinergi dengan dinas pertanian daerah dan Perum Bulog untuk memastikan proses serapan gabah berjalan optimal.
Selain itu, Babinsa turut memberikan edukasi kepada kelompok tani mengenai standar kualitas gabah agar memenuhi kriteria serapan pasar maupun cadangan pangan pemerintah.
Kehadiran Babinsa di lapangan pun mendapat respons positif dari para petani. Mereka merasa lebih tenang karena proses penyerapan gabah diawasi secara langsung sehingga meminimalisir potensi permainan harga oleh pihak tertentu.
Dengan pengawalan tersebut, diharapkan hasil panen petani dapat terserap secara maksimal dan ketahanan pangan di daerah tetap terjaga.