Kopdes Merah Putih Diminta Jadi Pemasok Utama Program MBG di NTB
- 26 Feb 2026 07:31 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Utara - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mendorong Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih mengambil peran strategis sebagai pemasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di NTB. Ia menilai, koperasi desa berpeluang menjadi motor penggerak ekonomi lokal melalui program nasional tersebut.
Hal itu disampaikan Iqbal saat mengunjungi Kopdes Merah Putih Tegal Maja di Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Rabu sore, 25 Februari 2026.
Menurut Iqbal, kebutuhan bahan pangan untuk mendukung MBG, terutama telur dan daging, akan meningkat signifikan. Saat ini, sebelum program berjalan penuh, produksi telur di NTB baru mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan daerah. Sisanya masih didatangkan dari Pulau Jawa.
Dengan tambahan kebutuhan akibat MBG, ketergantungan pasokan dari luar daerah berpotensi makin besar jika produksi lokal tidak segera ditingkatkan. “Tidak usah memikirkan bisnis lain dulu. Fokus suplai untuk MBG saja. Ada hampir Rp6 triliun uang yang berputar di MBG. Potensinya besar sekali untuk daerah,” kata Iqbal.
Ia menyebutkan, pada 2026 dana yang akan beredar di NTB melalui program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu mencapai sekitar Rp5,7 triliun. Nilai tersebut bahkan melampaui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTB.
Iqbal mengingatkan agar dana sebesar itu tidak justru mengalir ke luar daerah karena NTB tidak siap menjadi penyedia kebutuhan pangan. Ia menilai koperasi desa harus tampil sebagai pelaku utama agar dampak ekonominya dirasakan langsung masyarakat.
Untuk mendukung kesiapan modal, ia menyebut Bank NTB Syariah telah menyiapkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp30 miliar bagi koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Skema tersebut, kata Iqbal, dapat dimanfaatkan koperasi desa untuk membangun usaha peternakan sebagai pemasok tetap kebutuhan MBG. “Bank NTB sudah membuka keran KUR. Tinggal siapkan proposal bisnisnya agar penyaluran kredit terarah dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ketua Kopdes Merah Putih Tegal Maja, Martinom, mengatakan koperasi yang dipimpinnya saat ini baru menjalankan dua unit usaha, yakni penjualan beras dan LPG. Namun, ia mengakui potensi pengembangan peternakan di desa cukup besar. Saat ini telah berdiri belasan kandang ayam pedaging dan petelur.
Menurut dia, kendala utama pengembangan usaha adalah keterbatasan permodalan dan lahan. “Dari awal kami sudah melirik potensi MBG. Kalau ada akses anggaran lunak, kami bisa memprioritaskan pembangunan kandang,” kata Martinom.
Kopdes Merah Putih Tegal Maja saat ini memiliki 26 anggota. Namun minat masyarakat disebut cukup tinggi, dengan sekitar 200 orang menyatakan ketertarikan untuk bergabung.
Selain persoalan modal, koperasi juga masih menghadapi kendala lahan untuk pembangunan gerai. Pengurus berharap dukungan pemerintah daerah dapat membantu percepatan penyelesaian masalah tersebut agar koperasi dapat lebih optimal mengambil bagian dalam rantai pasok program MBG.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....