Dapur MBG Lelede Ubah Pola Distribusi untuk Siswa Selama Bulan Ramadan
- 20 Feb 2026 14:04 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Lombok Barat - Kesibukan dapur SPPG Lelede meningkat tajam selama bulan suci Ramadan. Penyesuaian pola kerja, menu, hingga distribusi makanan dilakukan agar layanan Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan optimal dan aman dikonsumsi saat berbuka puasa oleh para siswa.
Dapur MBG Lelede yang berlokasi di Banyumulek, Kecamatan Kediri, Lombok Barat, memfokuskan penyediaan menu kering selama Ramadan. Tiga menu utama disiapkan, yakni telur rebus, abon, dan ayam presto yang telah divakum agar daya tahannya lebih lama.
Kepala SPPG Lelede, Dadang Murdiman, menjelaskan perubahan menu ini dilakukan demi menjaga kualitas makanan sekaligus menyesuaikan kondisi puasa.
“Selama Ramadan ini aktivitas kami lebih banyak di persiapan dan kebersihan dapur. Menu yang disajikan kebanyakan menu kering seperti roti, abon, dan ayam yang divakum supaya bisa tahan sampai waktu berbuka puasa,” ucap dadang saat ditemui RRI di dapur SPPG Lelede, Banyumulek, Kediri, Lombok Barat, Jumat, 20 Februari 2026.
Menurut Dadang, tantangan utama selama Ramadan terletak pada keterbatasan pilihan menu kering yang aman dikonsumsi setelah lima jam lebih.
“Menu kering yang benar-benar bisa bertahan lama itu sangat terbatas. Abon dan ayam ungkep masih aman, tapi pilihannya memang sedikit,” katanya.
Untuk efisiensi waktu dan menjaga stamina pekerja dapur yang juga berpuasa, telur rebus menjadi menu yang paling sering digunakan.
“Kami juga tidak bisa memaksakan karyawan bekerja terlalu lama saat puasa. Rebus telur itu paling satu sampai dua jam, sementara abon atau ayam bisa tiga sampai empat jam. Kita harus manusiawi,” ujarnya.
Selama Ramadan, dapur MBG Lelede melayani distribusi ke 5 PAUD, 2 SD, 4 SMP, dan 3 MA dengan total 2.026 siswa serta 226 guru. Selain itu, layanan juga menjangkau enam posyandu di wilayah Rumak Aja dengan total penerima manfaat sebanyak 548 orang.
Jam pembagian MBG pun mengalami penyesuaian. Untuk PAUD, makanan dibagikan mulai pukul 09.00 WITA. Sementara untuk jenjang SD hingga SMA, distribusi dilakukan satu jam sebelum siswa pulang sekolah. Khusus posyandu, makanan diantar langsung ke rumah kader untuk kemudian dibagikan.
Dalam hal distribusi, SPPG Lelede menggunakan sistem totebag yang diganti secara berkala.
“Hari Senin kita berikan totebag, Selasa kita ganti dengan totebag baru. Mekanismenya seperti itu selama Ramadan,” jelas Dadang.
Menu khusus Ramadan juga tetap memperhatikan kebutuhan gizi. Kurma dan susu tetap disediakan meski dengan penyesuaian.
“Kurma pasti ada untuk serat. Susu juga tetap ada, tapi sesuai anjuran BGN harus yang clean. Susu rasa sekarang sudah langka, jadi kita gunakan satu sampai tiga kali seminggu,” katanya.
Dadang menegaskan, meski menu disesuaikan dengan kondisi puasa, standar gizi dan keamanan pangan tetap menjadi prioritas hingga makanan diterima siswa. Ia juga berharap adanya masukan dari guru dan siswa.
“Kami sangat berharap ada saran dari guru dan siswa soal menu, supaya ke depan layanan ini bisa terus berkembang dan lebih baik,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....