Bulog NTB Targetkan Serap 407 Ribu Ton Gabah pada 2026

  • 27 Jan 2026 10:51 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram — Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menargetkan pengadaan gabah petani mencapai 407.000 ton pada tahun 2026. Target tersebut setara dengan sekitar 240.000 ton beras dan menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di wilayah NTB.

Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Nusa Tenggara Barat, Mara Kamin Siregar, mengatakan hingga saat ini realisasi penyerapan gabah dan beras telah mencapai sekitar 3.100 ton. Capaian tersebut menjadi modal awal Bulog NTB dalam menghadapi puncak panen raya yang diperkirakan berlangsung pada Maret hingga April 2026.

“Untuk tahun 2026, khusus pengadaan gabah, Kanwil Bulog NTB diberi target sekitar 407.000 ton. Alhamdulillah, sampai hari ini penyerapan sudah mulai berjalan,” ujar Mara saat kegiatan coffee morning bersama media di Mataram Selasa, 27 Januari 2026.

Selain gabah dan beras, Bulog NTB juga menargetkan peningkatan signifikan pada komoditas jagung. Jika pada tahun sebelumnya target penyerapan jagung berada di angka 116.000 ton, pada 2026 meningkat menjadi 200.000 ton. Hingga akhir Januari ini, Bulog NTB telah menyerap sekitar 34 ton jagung langsung dari petani.

Mara mengakui, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah keterbatasan kapasitas penyimpanan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bulog NTB tengah mengupayakan penyewaan gudang tambahan, baik milik mitra maupun pihak swasta, terutama di wilayah Lombok dan Sumbawa.

“Kendala utama kita saat ini ada di penyimpanan. Namun kami terus berupaya menyewa gudang tambahan agar tidak menghambat penyerapan panen raya nanti,” ucapnya.

Ia menambahkan, Bulog NTB tetap optimistis target pengadaan tahun 2026 dapat tercapai. Optimisme tersebut didukung oleh meningkatnya luas tanam dan luas panen, koordinasi yang baik dengan dinas terkait, TNI, serta kepolisian, serta kondisi cuaca yang relatif kondusif bagi sektor pertanian.

“Data dari BPS dan Dinas Pertanian menunjukkan adanya peningkatan produksi. Dengan dukungan Badan Pangan Nasional dan Kementerian Pertanian, kami yakin target di NTB bisa diselesaikan,” katanya.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2025 Bulog NTB berhasil melampaui target pengadaan gabah dan beras hingga 104 persen. Namun untuk jagung, realisasi masih berada di bawah target karena penyerapan baru dimulai pada Maret. Berbeda dengan tahun ini, penyerapan jagung sudah dilakukan sejak Januari.

“Panen raya nanti akan berjalan seiring antara gabah, beras, dan jagung. Kami bersama mitra di NTB siap melakukan penyerapan secara maksimal,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....