Asta Cita Presiden Belum Menyentuh Disabilitas Dompu

  • 02 Des 2025 10:33 WIB
  •  Mataram

KBRN, Dompu : Sejumlah pihak menilai Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, belum sepenuhnya menjalankan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama pada poin keempat yang menekankan perhatian terhadap kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas. Pemkab Dompu disebut masih fokus pada ketahanan pangan, sehingga aspek perlindungan sosial bagi disabilitas belum tersentuh optimal.

Pemerhati isu disabilitas Kabupaten Dompu, Eka Ernawati menyoroti, banyak penyandang disabilitas, khususnya tuna rungu dan wicara, hidup di jalanan dan bekerja sebagai tukang parkir demi menyambung hidup. Menurutnya, kondisi ini menunjukkan absennya kehadiran pemerintah dalam memberikan dukungan dan pemberdayaan yang memadai.

“Pemerintah seharusnya hadir memberi perhatian nyata,” katanya, Selasa (2/12/2025).

Eka banyak menemukan penyandang disabilitas terpaksa mengais rezeki di jalan, padahal mereka punya potensi untuk hidup lebih baik jika mendapatkan pelatihan dan pendampingan yang sesuai. Menjadi juru parkir dari resmi hingga liar, dipilih penyandang disablitas, karena tidak adanya lapangan pekerjaan yang layak bagi mereka.

Eka menambahkan, sebagian penyandang disabilitas memang pernah menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB), namun tidak sedikit pula yang sama sekali tak pernah mengenyam pendidikan formal. Ia meyakini, jika pemerintah serius, program pendidikan keterampilan dan pelatihan ketenagakerjaan dapat diisi oleh penyandang disabilitas sehingga membuka peluang mereka untuk mandiri.

Ia menyoroti pelaksanaan berbagai pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Dompu yang selama ini didominasi oleh warga non-disabilitas. Pelatihan seperti perbengkelan dan pertukangan justru diikuti oleh peserta yang disebut-sebut memiliki kedekatan tertentu dengan pihak penyelenggara.

“Yang terjadi sekarang, penyandang disabilitas tidak pernah dilirik. Padahal jika mereka diberikan akses mengikuti pelatihan itu, mereka tidak akan terus berada di jalanan,” katanya.

Lebih jauh, Eka menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai membiarkan penyandang disabilitas berkeliaran di jalan dan bahkan menjadi pengemis. Kondisi ini menurutnya, turut memunculkan stigma negatif masyarakat terhadap penyandang disabilitas, seolah mereka hanya menjadi beban bagi keluarga.

Eka berharap Pemkab Dompu segera memperbaiki arah kebijakan dan memastikan Asta Cita Presiden diterapkan secara menyeluruh, termasuk pemenuhan hak serta pemberdayaan penyandang disabilitas di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....