BIZAM Dipadati 97 Ribu Penumpang, Arus Balik Diprediksi Akhir Pekan

  • 25 Mar 2026 20:35 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Tengah – Aktivitas angkutan udara Lebaran 1447 Hijriah di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) menunjukkan tren peningkatan signifikan. Hingga 23 Maret 2026, tercatat total 97.548 pergerakan penumpang, terdiri dari 53.649 kedatangan dan 43.899 keberangkatan.

General Manager Bandara Lombok, Aidil Philips Julian, mengungkapkan bahwa lonjakan penumpang turut diimbangi dengan penambahan penerbangan atau extra flight oleh sejumlah maskapai.

“Berdasarkan data hingga 23 Maret 2026, terdapat 20 realisasi extra flight yang dilayani oleh beberapa maskapai, seperti Lion Air, Citilink, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet, dengan rute utama Lombok–Jakarta, Lombok–Surabaya, Lombok–Yogyakarta (YIA), serta Lombok–Balikpapan,” ujarnya.

Adapun rincian tambahan penerbangan tersebut meliputi rute Lombok–Jakarta (CGK) oleh Lion Air pada 13–16 dan 18 Maret, Citilink rute Lombok–Surabaya (SUB) pada 19 Maret, Garuda Indonesia rute Lombok–Jakarta pada 23 Maret, serta Super Air Jet yang melayani rute Lombok–Yogyakarta (YIA) dan Lombok–Balikpapan (BPN) pada 18–19 Maret.

Dari sisi pergerakan harian, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan total 10.559 penumpang, terdiri dari 6.042 kedatangan dan 4.517 keberangkatan. Sementara itu, angka tertinggi pergerakan secara keseluruhan terjadi pada 23 Maret 2026 dengan total 10.723 penumpang.

Aidil menambahkan, operasional bandara selama periode angkutan Lebaran berjalan normal dengan dukungan penuh dari ratusan personel gabungan. “Kami menyiagakan 362 personel internal dan eksternal untuk memastikan kelancaran operasional, termasuk aspek keamanan, keselamatan, sisi udara, sisi darat, dan layanan penumpang,” katanya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada waktu-waktu sibuk, pihak bandara melakukan sejumlah langkah strategis, di antaranya memastikan kelancaran arus kendaraan di area pick up dan drop zone, kesiapan seluruh tenant, serta koordinasi intensif dengan para pemangku kepentingan.

Selain itu, pengelola bandara juga mengantisipasi potensi keterlambatan penerbangan dengan memperkuat koordinasi bersama AirNav dan Otoritas Bandara terkait penyesuaian slot time, memastikan kehadiran maskapai sesuai ketentuan, serta mengoptimalkan peran Airport Operation Control Center (AOCC) dalam pengaturan gate, pembaruan informasi penerbangan, dan pengumuman kepada penumpang.

“Yang terpenting, kami memastikan tidak terjadi penumpukan penumpang maupun kendaraan di area bandara agar akses tetap lancar,” tambahnya.

Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada Minggu, 29 Maret 2026 atau H+7 Lebaran, dengan estimasi mencapai 9.948 penumpang, seiring dengan pola arus balik dan momentum libur akhir pekan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....