Arus Balik Memuncak H+2 Pelabuhan Lembar Tetap Lancar tanpa Hambatan

  • 24 Mar 2026 17:01 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Memasuki puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah pada H+2, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Feri Lembar, Kabupaten Lombok Barat, terpantau mengalami peningkatan signifikan. Meski terjadi lonjakan penumpang dan kendaraan, operasional pelabuhan tetap berjalan lancar, aman, dan kondusif.

Manager ASDP Cabang Lembar, Handoyo Priyanto, menyampaikan langsung hasil pemantauan di lapangan pada Selasa 24 Maret 2026. Ia memastikan seluruh layanan di pelabuhan masih terkendali dengan baik, didukung kondisi cuaca yang relatif cerah berawan.

“Situasi di pelabuhan terpantau ramai lancar, tidak ada kendala berarti baik dari sisi operasional maupun layanan kepada pengguna jasa,” ujarnya.

Berdasarkan data produksi angkutan Lebaran 2026 pada 23 Maret 2026 (H+2), terjadi peningkatan cukup tajam dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Jumlah kapal yang beroperasi tercatat sebanyak 15 unit, naik 15,38 persen dari 13 unit pada 2025. Jumlah perjalanan juga meningkat dengan persentase yang sama, dari 13 trip menjadi 15 trip.

Lonjakan paling mencolok terjadi pada penumpang pejalan kaki yang naik hingga 59,81 persen, dari 637 orang menjadi 1.018 orang. Sementara itu, penumpang dalam kendaraan meningkat 30,59 persen dari 4.237 orang menjadi 5.533 orang.

Pergerakan kendaraan juga menunjukkan tren positif. Sepeda motor meningkat 35,19 persen dari 1.492 unit menjadi 2.017 unit. Kendaraan kecil naik 33,17 persen dari 199 unit menjadi 265 unit. Namun, terjadi penurunan pada kendaraan bus sebesar 11,11 persen dari 9 unit menjadi 8 unit, serta kendaraan truk yang turun 27,42 persen dari 124 unit menjadi 90 unit.

Handoyo menegaskan bahwa seluruh fasilitas dan infrastruktur penunjang operasional berada dalam kondisi optimal. Sistem layanan e-tiket berjalan normal dengan jaringan internet yang stabil, didukung tiga set loket cadangan.

“Alhamdulillah selama ini tidak ada permasalahan yang ditemukan di lapangan, seluruh layanan berjalan dengan baik,” katanya menegaskan.

Ia juga menyebutkan bahwa pasokan listrik, genset, dan UPS dalam kondisi stabil, serta 29 unit CCTV aktif mendukung pengawasan di area pelabuhan.

Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Padangbai, Bali. Aktivitas penyeberangan di pelabuhan tersebut terpantau normal dengan peningkatan pada sejumlah indikator operasional.

Jumlah kapal yang beroperasi di Padangbai meningkat menjadi 15 unit dari sebelumnya 13 unit, dengan jumlah perjalanan naik dari 13 menjadi 15 trip. Penumpang dalam kendaraan juga meningkat 32,33 persen dari 2.765 orang menjadi 3.659 orang.

Kendaraan roda dua mengalami kenaikan signifikan sebesar 39,50 persen dari 724 unit menjadi 1.010 unit. Kendaraan kecil naik 21,08 persen dari 223 unit menjadi 270 unit. Bahkan kendaraan bus meningkat 22,22 persen dari 9 unit menjadi 11 unit, serta truk naik 3,64 persen dari 110 unit menjadi 114 unit.

Namun demikian, penumpang pejalan kaki di Padangbai justru mengalami penurunan sebesar 18,02 persen dari 516 orang menjadi 423 orang.

“Dari sisi operasional, seluruh fasilitas pendukung di Pelabuhan Padangbai juga dalam kondisi aman dan normal, sistem IT berjalan tanpa kendala, pasokan listrik stabil, serta CCTV aktif dalam pengawasan,” ucapnya.

Secara keseluruhan, arus balik Lebaran 2026 di lintasan Lembar–Padangbai menunjukkan tren peningkatan, namun tetap terkendali berkat kesiapan infrastruktur dan manajemen operasional yang optimal dari pihak ASDP.

“Kami akan terus memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama periode arus balik ini,” katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....