Menag Tekankan Kolaborasi Lintas Sektor, UIN Mataram Siapkan Masjid Ramah Pemudik

  • 20 Mar 2026 10:18 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Mataram - Upaya menghadirkan arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi yang aman, nyaman, dan bernilai spiritual terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memberikan layanan keagamaan yang inklusif, terutama di tengah mobilitas jutaan masyarakat saat musim mudik.

Seruan tersebut segera direspons oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram melalui langkah konkret yang dipimpin langsung Rektor, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag. Kampus ini menginisiasi program Masjid Ramah Pemudik di sejumlah titik strategis jalur mudik di Pulau Lombok, yang menjadi bagian dari jalur nasional penghubung Bali hingga Nusa Tenggara Timur.

Rektor menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya mentransformasikan fungsi masjid menjadi pusat pelayanan publik yang tidak hanya berorientasi pada ibadah ritual, tetapi juga responsif terhadap kebutuhan sosial masyarakat.

“Masjid harus hadir sebagai ruang yang memberi kenyamanan bagi pemudik, bukan hanya tempat singgah, tetapi juga tempat menenangkan diri dan menguatkan spiritualitas di tengah perjalanan panjang,” ujarnya, Kamis 19 Maret 2026.

Sebagai implementasi program, UIN Mataram menyalurkan berbagai dukungan logistik, seperti air minum, makanan ringan, hingga fasilitas istirahat yang memadai di masjid-masjid sepanjang jalur padat pemudik. Pelaksanaan program ini turut melibatkan pemerintah desa, pengurus masjid, komunitas pemuda, serta penyuluh agama guna membangun sistem layanan yang terintegrasi.

Sementara itu, Menteri Agama kembali menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan layanan publik yang adaptif dan berkelanjutan. Ia juga mendorong optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat yang mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dalam mendukung kelancaran arus mudik nasional.

Secara strategis, langkah UIN Mataram dinilai mencerminkan model kolaborasi pentahelix yang mengintegrasikan peran akademisi, pemerintah, komunitas, dan lembaga keagamaan. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas program sekaligus memperkuat legitimasi sosial di tengah masyarakat.

Di Pulau Lombok yang dikenal sebagai “Pulau Seribu Masjid”, program Masjid Ramah Pemudik menjadi representasi nyata implementasi nilai-nilai keislaman dalam praktik sosial. Selain memperoleh layanan fisik, para pemudik juga mendapatkan suasana religius yang menenangkan selama perjalanan.

Melalui langkah cepat dan kolaboratif tersebut, UIN Mataram menegaskan posisinya sebagai agen transformasi sosial yang adaptif dan solutif. Program ini diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai daerah, sekaligus memperkuat peran masjid sebagai episentrum pelayanan umat di era modern.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....