Penyeberangan Lombok–Bali Ditutup saat Nyepi

  • 16 Mar 2026 13:04 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Pemerintah mengatur lalu lintas penyeberangan kapal rute Lombok–Bali selama pelaksanaan Hari Raya Nyepi 2026. Skema buka tutup pelabuhan diterapkan untuk menyesuaikan dengan rangkaian perayaan Nyepi di Bali.

Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada surat keputusan bersama (SKB) serta regulasi yang diterbitkan Pemerintah Provinsi Bali. “Pada tanggal 18 Maret penyeberangan dari Lombok akan ditutup mulai pukul 09.00 Wita dan akan dibuka kembali pada 20 Maret pukul 04.00 Wita. Sementara penyeberangan dari Bali ditutup mulai tanggal 19,” kata Gubernur Iqbal, Minggu, 15 Maret 2026.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal (baju biru navy) bersama jajaran Forkopimda saat melakukan pemantauan arus mudik di Pelabuhan Lembar, Minggu, 15 Maret 2026. Foto: RRI/Muh. Halwi.

Iqbal mengatakan pengaturan ini menjadi bagian dari koordinasi lintas daerah untuk memastikan rangkaian ibadah Nyepi di Bali berjalan khidmat sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.

Dari hasil pemantauan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, terjadi lonjakan kedatangan penumpang sekitar 20 persen. Peningkatan terlihat pada kapal logistik maupun kapal penumpang.

Menurut Iqbal, lonjakan tersebut didominasi kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang datang dari luar daerah. “Peningkatan paling terlihat kendaraan roda dua dan kendaraan pribadi yang datang dari luar daerah,” ujarnya.

Ia memperkirakan arus penyeberangan dari Lombok menuju Bali akan kembali meningkat setelah Hari Raya Idul Fitri. Hal ini berkaitan dengan pergerakan masyarakat yang kembali ke daerah asal atau melanjutkan perjalanan antarpulau.

Pemerintah Provinsi NTB, kata Iqbal, terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, operator kapal, dan instansi terkait untuk memastikan pengaturan lalu lintas penyeberangan berjalan tertib, aman, dan lancar selama periode libur panjang.

Tahun ini, perayaan Idul Fitri beririsan dengan Hari Raya Nyepi. Kondisi tersebut membuat pengaturan transportasi lintas daerah menjadi perhatian pemerintah agar mobilitas masyarakat tetap terkendali tanpa mengganggu pelaksanaan ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....