Abdul Hadi Minta Siaga Bencana di Jalur Mudik NTB 2026
- 16 Mar 2026 12:51 WIB
- Mataram
Poin Utama
- Abdul Hadi
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI daerah pemilihan NTB II (Pulau Lombok), H. Abdul Hadi, mendesak pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan di jalur-jalur rawan bencana menjelang mudik Lebaran 2026, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menyoroti sejumlah titik kritis yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat selama liburan Lebaran.
Dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat Komisi V DPR RI yang digelar pada Rabu, 11 Maret 2026, H. Abdul Hadi bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Kepala BMKG, Kepala BNPB/Basarnas, dan Korlantas Polri membahas kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi menghadapi lonjakan mobilitas saat mudik Lebaran tahun ini.
Abdul Hadi menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam yang dapat terjadi di beberapa wilayah NTB, terutama di kawasan-kawasan wisata yang akan ramai dikunjungi setelah Lebaran. Salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus adalah Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, yang dikenal rawan longsor, terutama di jalur pegunungan yang menghubungkan sejumlah destinasi wisata populer.
“Biasanya, pada H+3 Lebaran, masyarakat mulai berwisata. Di NTB, salah satu daerah yang perlu perhatian adalah Sembalun. Di wilayah Pusuk, beberapa kali terjadi longsor,” ujar Abdul Hadi.
Ia mengingatkan bahwa jalur-jalur ini, yang sering dilalui wisatawan, dapat terhambat bila terjadi bencana alam seperti longsor.
Menurut Abdul Hadi, salah satu langkah preventif yang sangat penting adalah menyiapkan alat berat di titik-titik rawan bencana, khususnya di ruas jalan nasional. Hal ini bertujuan agar penanganan terhadap bencana dapat dilakukan lebih cepat dan meminimalkan dampaknya terhadap kelancaran lalu lintas.
“Keterlambatan dalam penanganan bencana di jalur tersebut bisa menyebabkan kemacetan panjang dan menghambat mobilitas masyarakat. Jika alat berat tidak siap, penanganannya bisa memakan waktu hingga lima jam, meskipun setelah delapan jam situasi mungkin sudah normal kembali,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan titik-titik rawan bencana secara detail. Pemetaan tersebut, menurut Abdul Hadi, harus mencakup jalur-jalur strategis yang menjadi akses utama menuju kawasan wisata, agar dapat meminimalkan gangguan selama periode mudik dan liburan.
Abdul Hadi menilai bahwa kesiapsiagaan infrastruktur dan peralatan di titik-titik rawan bencana merupakan langkah penting untuk memastikan arus mudik dan aktivitas masyarakat selama libur Lebaran 2026 berjalan dengan lancar dan aman. Dengan adanya langkah-langkah preventif yang baik, diharapkan tidak ada gangguan yang signifikan yang dapat merugikan masyarakat, khususnya para wisatawan yang menikmati liburan.
Sementara itu, para pemangku kebijakan di sektor transportasi dan bencana alam diminta untuk lebih memperhatikan koordinasi dalam mempersiapkan langkah-langkah antisipatif guna menjaga kelancaran perjalanan, mengingat tingginya volume kendaraan selama periode libur Lebaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....