Organda NTB Pastikan Armada Mudik Lebih Banyak Tahun Ini
- 16 Mar 2026 10:28 WIB
- Mataram
RRI.co.id, Mataram - Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan kesiapan angkutan darat untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini. Persiapan bahkan telah dilakukan sejak H-10 menjelang musim mudik.
Ketua Organda NTB, Junaidi Kasum (JK) menyebutkan, pada tahun ini Organda lebih memfokuskan pada peningkatan pelayanan agar para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan nyaman.
“Persiapan telah dilakukan mulai H-10. Tahun ini kami fokus pada pelayanan, sehingga para pemudik dipastikan mendapat kenyamanan dan dapat menikmati mudik dengan bahagia,” ujar Junaidi Kasum saat menjadi narasumber dalam program Opini Publik dan Klarifikasi, Senin 16 Maret 2026 pagi.
Dari sisi armada, Organda NTB memastikan jumlah bus yang disiapkan lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Jika pada tahun sebelumnya tersedia sekitar 600 bus, tahun ini jumlahnya diperkirakan mencapai 700 hingga 800 unit bus.
Selain itu, Organda juga bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung kelancaran arus mudik. Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah program mudik gratis yang baru-baru ini melepas sebanyak 14 bus bagi masyarakat.
Organda berharap ke depan semakin banyak pihak yang ikut berpartisipasi menyumbangkan armada untuk program mudik gratis tersebut.
Berdasarkan pantauan Organda, antusiasme masyarakat untuk mudik tahun ini cukup tinggi. Hal ini terlihat dari kuota program mudik gratis yang habis hanya dalam waktu dua hari.
Menurut JK, tingginya minat masyarakat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi yang mulai membaik serta situasi yang lebih kondusif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang sempat dilanda pandemi Covid-19 dan bencana gempa. Selain itu, dukungan pemerintah terhadap tradisi mudik juga turut mendorong masyarakat untuk bersilaturahmi dengan keluarga, termasuk melalui kebijakan work from anywhere (WFA).
Terkait kondisi jalur penyeberangan, Junaidi menyebut pelabuhan Lembar relatif tidak memiliki kendala karena fasilitas yang memadai. Namun demikian, perhatian lebih difokuskan pada pelabuhan Kayangan yang berpotensi mengalami kepadatan.
Ia menambahkan, masyarakat NTB pada umumnya belum terbiasa menghadapi kemacetan seperti di kota-kota besar. Karena itu, ketika terjadi antrean kendaraan, keluhan seringkali langsung muncul di media sosial.
“Terus terang masyarakat NTB tidak terbiasa dengan kemacetan seperti di kota besar. Jadi begitu macet, langsung ramai di media sosial,” katanya.
Karena itu, koordinasi dengan berbagai pihak terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kepadatan, terutama di pelabuhan Kayangan.
Junaidi menegaskan, tradisi mudik merupakan hal positif yang perlu didukung bersama karena menjadi momen penting bagi masyarakat untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....