Gubernur NTB Temukan Praktik Calo Tiket Bus di Terminal Mandalika
- 15 Mar 2026 15:49 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal menemukan praktik penjualan tiket bus oleh pihak ketiga yang diduga memicu lonjakan harga saat musim mudik Lebaran. Temuan itu disampaikan setelah ia melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Tipe A Mandalika, Minggu, 15 Maret 2026.
Iqbal mengatakan, banyak penumpang tidak membeli tiket langsung kepada perusahaan otobus. Sebaliknya, mereka mendapatkan tiket melalui perantara atau calo yang kemudian menjual kembali dengan harga lebih tinggi.
“Banyak penumpang tidak membeli langsung ke perusahaan bus, tapi lewat pihak ketiga. Di situ kadang muncul harga yang lebih tinggi,” kata Iqbal.
Menurutnya, sejumlah perusahaan bus bahkan mengeluhkan adanya pihak tertentu yang menekan penjual tiket agar menaikkan harga. Tujuannya untuk memperoleh komisi yang lebih besar dari setiap tiket yang terjual.
“Praktik seperti itu yang harus ditertibkan,” ujarnya.
Iqbal menegaskan, temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah dalam pengelolaan arus mudik pada tahun-tahun mendatang. Ia menyebut penyelenggaraan mudik tahun ini relatif lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, meski masih ditemukan sejumlah persoalan di lapangan.
“Setiap tahun kita evaluasi. Alhamdulillah dari hasil evaluasi tahun lalu, penyelenggaraan tahun ini lebih baik. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik lagi,” kata dia.
Sebelumnya, ramai masyarakat ngeluh mengenai mahalnya harga tiket bus tujuan Pulau Sumbawa menjelang mudik. Keluhan itu sempat ramai diperbincangkan di media sosial.
Iqbal menjelaskan, tidak semua harga tiket yang tinggi melanggar aturan. Sebab, tarif batas atas yang ditetapkan pemerintah hanya berlaku untuk bus kelas ekonomi.
Menurut Iqbal, beberapa bus yang menjual tiket hingga Rp400 ribu ternyata menyediakan fasilitas tambahan seperti sandaran kaki (leg rest) dan kursi yang lebih nyaman. Fasilitas tersebut membuat bus tersebut tidak lagi masuk kategori ekonomi murni.
“Kita cek tadi secara acak, ada tiket sampai Rp400 ribu. Tapi ternyata itu bukan bus ekonomi murni, karena ada fasilitas tambahan seperti leg rest dan sebagainya,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian tetap mengingatkan perusahaan otobus agar menjual tiket sesuai ketentuan tarif batas atas yang telah ditetapkan pemerintah.
Iqbal menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan agar masyarakat tidak dirugikan selama musim mudik. Terutama untuk rute-rute padat penumpang seperti perjalanan dari Pulau Lombok menuju Pulau Sumbawa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....