Gubernur Pantau Terminal, Bandara, dan Pelabuhan jelang Puncak Mudik Lebaran 2026
- 15 Mar 2026 13:57 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal meninjau sejumlah simpul transportasi utama di NTB menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Minggu, 15 Maret 2026. Didampingi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Iqbal mengecek kesiapan layanan di Terminal Tipe A Mandalika, Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), hingga Pelabuhan Lembar.
Peninjauan dimulai dari Terminal Tipe A Mandalika. Di lokasi ini, Iqbal menyoroti isu kenaikan harga tiket bus yang dikeluhkan masyarakat menjelang musim mudik. Menurutnya, tidak semua perbedaan harga tiket bisa langsung dianggap sebagai pelanggaran.
“Tarif yang diatur pemerintah itu untuk kelas ekonomi. Sementara banyak bus sekarang memiliki fasilitas tambahan seperti leg rest dan layanan lain, sehingga kelasnya berbeda dan tarifnya juga berbeda,” kata Iqbal.

Meski begitu, pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum tetap mengingatkan perusahaan otobus agar mematuhi batas tarif tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah.
Iqbal juga menyoroti potensi permainan harga yang terjadi dalam penjualan tiket melalui pihak ketiga. Menurut dia, praktik tersebut sering memicu lonjakan harga di luar kendali perusahaan bus.
“Banyak pembeli tidak membeli langsung ke perusahaan bus, tetapi lewat pihak ketiga. Di situ sering muncul persoalan harga, bahkan ada laporan oknum yang memaksa penjualan tiket dengan harga tinggi demi komisi,” ujarnya.
Dari sisi fasilitas, Iqbal menilai Terminal Mandalika sudah cukup baik, namun masih perlu penataan lebih lanjut. Ia berharap terminal tersebut dapat menghadirkan standar layanan yang lebih tertib dan nyaman bagi penumpang.

“Kita ingin terminal ini pelayanannya bagus, bahkan kalau bisa suasananya seperti di bandara,” kata dia.
Rombongan kemudian bergerak ke Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid untuk memantau arus penumpang. Data sementara menunjukkan jumlah penumpang sudah melampaui perkiraan awal.
Menurut Iqbal, pada H-4 Lebaran jumlah penumpang diprediksi sekitar 8.000 orang. Namun realisasinya mencapai sekitar 9.000 penumpang.
“Ini meningkat dibandingkan tahun lalu dan bisa menjadi indikator kondisi ekonomi masyarakat yang membaik,” ujarnya.
Puncak arus penumpang diperkirakan terjadi pada H-3 Lebaran. Tujuan penerbangan yang paling diminati adalah Jakarta dan Surabaya. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak bandara menyiapkan tujuh penerbangan tambahan.
Iqbal juga menekankan pentingnya aspek keselamatan penerbangan, terutama terkait kondisi kesehatan kru pesawat di tengah meningkatnya frekuensi penerbangan.
“Kami menyarankan ada pemeriksaan kesehatan kru secara acak untuk memastikan semua dalam kondisi sehat dan fit,” kata dia.
Peninjauan berlanjut ke Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Dari hasil pemantauan, arus penyeberangan keluar Lombok masih relatif normal. Sebaliknya, arus kedatangan dari Bali justru meningkat cukup signifikan.
Iqbal menyebut terjadi kenaikan sekitar 20 persen pada arus kedatangan barang, kendaraan, maupun penumpang, terutama kendaraan roda dua dan mobil pribadi.
Mayoritas kedatangan berasal dari Pelabuhan Padangbai, Bali. Sementara arus keluar Lombok diperkirakan meningkat setelah Hari Raya Idul Fitri.
Terkait pengaturan penyeberangan, pemerintah akan menyesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) serta regulasi dari Pemerintah Provinsi Bali yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan keagamaan.
“Pada 18 Maret penyeberangan dari Lombok ditutup hingga pukul 09.00 dan dibuka kembali 20 Maret pukul 04.00 dini hari. Dari arah Bali mulai ditutup pada 19 Maret,” kata Iqbal.
Rangkaian peninjauan ditutup dengan pelepasan program Mudik Gratis Angkutan Laut rute Lembar–Surabaya. Program ini, kata Iqbal, merupakan hasil kolaborasi pemerintah dengan sejumlah pemangku kepentingan di sektor transportasi.
“Selain perjalanan gratis, para pemudik juga mendapat perlindungan asuransi selama perjalanan,” ujarnya.
Ia berharap program mudik gratis tersebut dapat diperluas pada tahun-tahun mendatang agar lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkannya.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan seluruh simpul transportasi di NTB siap melayani masyarakat selama periode mudik, sekaligus menjaga arus perjalanan tetap aman dan tertib.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....