Sidak Terminal Mandalika, Gubernur Soroti Variasi Tarif Bus Mudik
- 15 Mar 2026 09:39 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Tipe A Mandalika, Kota Mataram, Minggu, 15 Maret 2026. Sidak itu dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan transportasi darat menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Iqbal datang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia meninjau fasilitas terminal sekaligus memantau aktivitas penumpang dan operasional bus yang melayani rute antarkota dan antarprovinsi.
Menurut Iqbal, fasilitas di Terminal Mandalika sudah jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski begitu, masih ada sejumlah hal yang perlu dibenahi, terutama terkait pengaturan area penumpang dan pengunjung.

“Secara umum fasilitasnya sudah bagus. Tinggal memastikan fungsinya berjalan maksimal. Mungkin ada hal-hal yang masih terkait estetika atau penataan ruang,” kata Iqbal.
Ia menilai konsep terminal ke depan perlu dibuat lebih tertata, seperti bandara, dengan pemisahan area publik dan area khusus bagi penumpang yang telah memiliki tiket.
“Ada area yang bebas dikunjungi masyarakat, dan ada area yang khusus untuk penumpang yang sudah memegang tiket. Itu yang masih perlu ditata lebih rapi,” ujarnya.
Selain meninjau fasilitas, Iqbal juga menanggapi keluhan masyarakat terkait kenaikan harga tiket bus menjelang musim mudik. Ia menyebut perbedaan tarif yang muncul sebagian besar disebabkan oleh variasi kelas layanan bus.
Menurutnya, tarif batas atas sebenarnya hanya berlaku untuk bus kelas ekonomi. Sementara bus dengan fasilitas tambahan seperti sandaran kaki atau kursi yang lebih nyaman masuk kategori layanan yang berbeda.
“Kita cek tadi secara acak, ada tiket sampai Rp400 ribu. Tapi ternyata itu bukan bus ekonomi murni, karena ada fasilitas tambahan seperti leg rest dan sebagainya,” kata Iqbal.
Karena variasi fasilitas cukup banyak, lanjut dia, harga tiket antarbus pun menjadi beragam. Meski demikian, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian tetap menegaskan kepada perusahaan otobus agar menjual tiket sesuai ketentuan tarif batas atas yang telah ditetapkan.
Iqbal juga menyoroti praktik penjualan tiket oleh pihak ketiga yang kerap memicu lonjakan harga di luar kendali perusahaan bus. “Banyak penumpang tidak membeli langsung ke perusahaan bus, tapi lewat pihak ketiga. Di situ kadang muncul harga yang lebih tinggi,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah perusahaan bus bahkan mengeluhkan adanya pihak tertentu yang menekan penjual tiket untuk menaikkan harga agar mendapatkan komisi lebih besar. “Praktik seperti itu yang harus ditertibkan,” kata Iqbal.
Ia memastikan persoalan tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan mudik pada tahun-tahun berikutnya. “Setiap tahun kita evaluasi. Alhamdulillah dari hasil evaluasi tahun lalu, penyelenggaraan tahun ini lebih baik. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik lagi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Terminal Mandalika, Marthen Tanone, mengatakan jumlah penumpang mudik terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Ia memperkirakan puncak arus mudik melalui Terminal Mandalika terjadi pada Minggu ini dan tiga hari menjelang Lebaran.
“Kalau melihat tren hari-hari sebelumnya, hari ini cukup banyak penumpang. Kami perkirakan ini menjadi salah satu puncak arus mudik,” kata Marten.
Sejak awal Maret hingga pertengahan bulan ini, tercatat sekitar tiga ribu pemudik telah berangkat melalui Terminal Mandalika menuju berbagai daerah di Pulau Sumbawa dan wilayah lainnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....