Polda NTB Luncurkan Operasi Ketupat Rinjani 2026, Siap Amankan Lebaran
- 12 Mar 2026 21:14 WIB
- Mataram
RRI.CO.ID, Mataram - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar apel gelar pasukan sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Rinjani 2026. Apel berlangsung di Lapangan Tribun Bhara Daksa, Kamis 12 Maret 2026.
Apel dipimpin Kapolda NTB Irjen Pol Edy Murbowo dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta unsur forum koordinasi pimpinan daerah. Hadir di antaranya Gubernur NTB, Danrem 162/Wira Bhakti, Kepala Kejaksaan Tinggi NTB, Kepala BNNP NTB, serta pimpinan instansi terkait lainnya.
Sejumlah perwakilan BUMN dan lembaga strategis juga mengikuti apel tersebut. Di antaranya PT ASDP Indonesia Ferry, PT Pelindo, PT Angkasa Pura I Bandara Lombok, PT Pertamina Patra Niaga Area NTB, dan PT Jasa Raharja Cabang NTB.
Kapolda NTB mengatakan apel gelar pasukan menjadi tahap akhir pengecekan kesiapan pengamanan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Pemeriksaan mencakup kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan selama operasi berlangsung.
“Apel gelar pasukan ini merupakan pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di wilayah NTB,” kata Edy.
Operasi Ketupat Rinjani 2026 akan berlangsung selama 14 hari. Operasi dimulai pada 13 Maret 2026 pukul 00.00 Wita hingga 26 Maret 2026 pukul 00.00 Wita.
Operasi ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Polri bersama TNI dan berbagai instansi terkait mengedepankan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
Kapolda mengatakan operasi tersebut mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Operasi ini juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh polres dan polsek jajaran di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Edy menegaskan keberhasilan operasi sangat bergantung pada sinergi lintas instansi. Kerja sama antara kepolisian, TNI, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lain dinilai penting untuk memastikan pengamanan berjalan optimal.
“Sinergitas seluruh lembaga dan instansi sangat penting karena akan menentukan keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani 2026,” ujar Edy.