Jelang Nyepi Penyeberangan Lombok Bali Ditutup Sementara

  • 10 Mar 2026 19:41 WIB
  •  Mataram

RRI.CO.ID, Lombok Barat - Penutupan sementara lintasan penyeberangan Lembar–Padang Bai akan diberlakukan menjelang Hari Raya Nyepi tahun ini. Kebijakan tersebut diambil untuk menyesuaikan dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Bali sekaligus mengantisipasi pergerakan penumpang yang bertepatan dengan periode arus mudik.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Lembar, Syamsurizal, menjelaskan penutupan lintasan dimulai pada 18 Maret pukul 21.00 WITA. Penutupan ini dilakukan agar tidak ada kapal yang tiba di Bali ketika aktivitas masyarakat di Pulau Dewata telah dihentikan sepenuhnya.

“Untuk Nyepi, lintas penyeberangan Lembar–Padang Bai ditutup mulai 18 Maret pukul 21.00 WITA. Jam itu sudah tidak ada lagi kapal berangkat karena perjalanan penyeberangan membutuhkan waktu beberapa jam dan dikhawatirkan kapal tiba saat Nyepi sudah dimulai di Padang Bai,” ujar Syamsurizal saat ditemui RRI di Kantor KSOP Lembar, Selasa, 10 Maret 2026.

Sementara pada tanggal 19 Maret 2026 Pelabuhan Padang Bai off beroperasi pada pukul 04.00 Wita. Disebutkan Syamsurizal pada 20 Maret 2026, lintasan Lembar-Padang Bai kembali beroperasi pada pukul 01.30 Wita.

“Pelabuhan Padang Bai kembali beroperasi pada tanggal 20 Maret 2026 pada pukul 11.30 Wita,” katanya.

Menurut Syamsurizal, kebijakan tersebut juga berkaitan dengan keputusan nasional yang mengatur masa libur dan cuti bersama. Ia menyebut aturan itu merujuk pada keputusan bersama pemerintah pusat terkait pengaturan libur nasional.

“Ini juga berkaitan dengan kebijakan dari SKB tiga menteri terkait cuti bersama, sehingga posko angkutan tahun ini bertepatan dengan Hari Nyepi. Karena itu diputuskan penutupan sementara lintasan penyeberangan,” katanya menegaskan.

Meski demikian, KSOP Lembar memprediksi tidak akan terjadi lonjakan penumpang yang signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan evaluasi dari beberapa tahun terakhir, peningkatan jumlah penumpang biasanya relatif kecil.

“Kalau melihat pengalaman tahun lalu, lonjakan tidak terlalu signifikan. Mungkin ada peningkatan, tapi diperkirakan masih di bawah lima persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya.

Faktor lain yang turut mempengaruhi pergerakan penumpang tahun ini adalah kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberlakukan pada beberapa tanggal di bulan Maret. Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas waktu bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan.

“Kebijakan WFA pada tanggal 16, 17 serta 25 sampai 27 itu cukup berpengaruh. Karena orang punya banyak pilihan waktu untuk mudik, jadi tidak menumpuk di satu tanggal saja,” katanya.

Dengan fleksibilitas waktu tersebut, pergerakan penumpang diperkirakan akan lebih merata sehingga potensi penumpukan di pelabuhan bisa diminimalisir. Kondisi ini diharapkan membuat arus penyeberangan tetap terkendali meskipun bertepatan dengan momentum libur dan Hari Raya Nyepi.

“Dengan adanya relaksasi waktu kerja itu, masyarakat bisa memilih hari perjalanan lebih panjang. Jadi tidak harus berangkat atau kembali di waktu yang sama,” katanya mengakhiri.

Rekomendasi Berita